Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Penjaringan Siswa Sekolah Rakyat Masih Berlangsung, Pemrpov Jatim Genjot Sosialisasi ke Orang Tua

Mus Purmadani • Kamis, 9 Juli 2026 | 16:17 WIB
PEDULI: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah anak didik di Jatim.
PEDULI: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah anak didik di Jatim.

RADAR SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan proses penjaringan calon peserta didik Sekolah Rakyat (SR) Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.

Karena itu, jumlah siswa yang akan diterima belum dapat dipastikan lantaran tahapan pendataan, verifikasi, hingga penetapan masih dilakukan di masing-masing kabupaten/kota.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Jatim Prioritaskan Anak Miskin Ekstrem dan Putus Sekolah

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan proses penjaringan dilakukan oleh SDM Program Keluarga Harapan (PKH) bersama Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten/kota.

Saat ini, pemerintah terus mengintensifkan pendampingan untuk memenuhi kuota peserta didik, terutama di 18 Sekolah Rakyat permanen yang mulai beroperasi pada tahun ajaran ini.

Baca Juga: Konsistensi Gubernur Khofifah Dukung Sekolah Rakyat: Siswa Bangga dan Tak Lupakan Momen Pertemuan di Sapa Bansos Amaliyah Ramadan

"Penjaringan calon siswa SR masih terus berlangsung. Bersama SDM PKH dan Dinsos kabupaten/kota, kami terus melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada keluarga calon siswa agar mereka memperoleh pemahaman yang utuh mengenai penyelenggaraan SR, khususnya konsep pendidikan berasrama," ujarnya, Kamis (9/7).

Menurut Khofifah, pendampingan tidak hanya difokuskan pada pemenuhan persyaratan administrasi. Pemerintah juga memberikan penjelasan menyeluruh mengenai sistem pembelajaran, pola pengasuhan, pembinaan karakter, hingga berbagai fasilitas yang akan diterima siswa selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Dindik Jatim Pastikan Sekolah Rakyat Gunakan Kurikulum Nasional, Fokus Anak Prasejahtera

Untuk mempercepat proses penjaringan, Pemprov Jatim juga menggelar Open House Sekolah Rakyat. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada calon siswa beserta orang tua untuk mengenal lebih dekat konsep pendidikan berasrama sekaligus melihat secara langsung perkembangan peserta didik di Sekolah Rakyat rintisan yang telah berjalan sejak 2025.

Khofifah mengatakan, melalui kegiatan tersebut masyarakat dapat menyaksikan peningkatan kemampuan akademik, pembentukan karakter, serta tumbuhnya rasa percaya diri para siswa. Pengalaman orang tua siswa angkatan rintisan yang merasakan perubahan positif pada anak-anak mereka juga dibagikan sebagai bentuk edukasi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.

Baca Juga: Dari Pendidikan hingga Pemberdayaan Keluarga, Mensos Gus Ipul Perkuat Peran Sekolah Rakyat

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani menegaskan data calon peserta didik masih terus bergerak seiring berlangsungnya proses penjaringan di lapangan. Setelah seluruh tahapan selesai, pemerintah kabupaten/kota akan menetapkan secara resmi daftar siswa yang diterima.

"Kami optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah seiring masih berlangsungnya proses penjaringan dan pendampingan," ujarnya.

Ia berharap sebelum memasuki tahapan pemeriksaan kesehatan gratis, tes DNA, dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan berlangsung pada 14–17 Juli mendatang, seluruh kuota peserta didik sudah dapat terpenuhi.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat di Jawa Timur ditargetkan beroperasi di 28 lokasi yang terdiri atas 18 Sekolah Rakyat permanen dan 10 Sekolah Rakyat rintisan. Total tersedia 179 rombongan belajar dengan daya tampung mencapai 5.370 siswa, terdiri atas 1.680 siswa jenjang SD, 1.860 siswa SMP, dan 1.830 siswa SMA yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.

Sementara itu, 10 Sekolah Rakyat rintisan yang telah lebih dahulu beroperasi akan tetap melanjutkan proses pembelajaran pada tahun ajaran baru. Saat ini, sekolah-sekolah tersebut menampung sebanyak 852 siswa.

Dinsos Jatim menegaskan hingga kini belum ada penetapan resmi calon peserta didik Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Jumlah siswa yang diterima masih berpotensi berubah seiring masih berlangsungnya proses penjaringan, verifikasi, dan penetapan yang dilakukan pemerintah daerah di masing-masing kabupaten/kota. (mus/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#pemprov #penjaringan #siswa #Sekolah Rakyat #jatim