Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sertifikasi Guru Madrasah Dikebut, Kesejahteraan dan Mutu Pendidikan Jadi Prioritas

Rahmat Sudrajat • Rabu, 8 Juli 2026 | 17:44 WIB
Siswa madrasah tsanawiyah mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. (Rahmat Sudrajat)
Siswa madrasah tsanawiyah mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. (Rahmat Sudrajat)

RADAR SURABAYA – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur terus memperkuat kesejahteraan guru madrasah melalui percepatan program sertifikasi dan peningkatan tunjangan. 

Kebijakan ini ditegaskan bukan semata-mata untuk meningkatkan pendapatan guru, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam mendongkrak mutu pendidikan madrasah.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Timur, Sugiyo, mengatakan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik

menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk menciptakan layanan pendidikan madrasah yang lebih berkualitas.

Guru madrasah negeri memperoleh gaji beserta tunjangan profesi sebesar gaji pokok. 

Sementara itu, guru madrasah swasta yang telah bersertifikasi dan mengikuti program penyetaraan (inpassing) kini menerima tunjangan sebesar Rp2 juta per bulan.

Baca Juga: Epson Bidik Industri Tekstil, Luncurkan Printer Berkecepatan Tinggi di Surabaya Printing Expo 2026

Nilai tersebut berasal dari tunjangan sebelumnya sebesar Rp1,5 juta yang ditambah bantuan pemerintah sebesar Rp500 ribu dan telah dicairkan.

"Bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru madrasah," ujar Sugiyo, Rabu (8/7).

Adapun guru madrasah swasta yang belum memiliki sertifikat pendidik tetap memperoleh tunjangan sesuai kemampuan yayasan pengelola, yakni berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu setiap bulan.

Data Kanwil Kemenag Jawa Timur menunjukkan jumlah guru madrasah di provinsi ini mencapai 202.506 orang.

Sebanyak 92.664 guru telah mengantongi sertifikat pendidik, sedangkan 109.842 guru lainnya masih menunggu kesempatan mengikuti program sertifikasi.

Untuk mempercepat proses tersebut, Kemenag melakukan efisiensi biaya sertifikasi pada 2025.

Biaya yang sebelumnya mencapai Rp5 juta per guru berhasil ditekan menjadi sekitar Rp800 ribu. Efisiensi ini memungkinkan 19.879 guru madrasah baru dinyatakan lulus sertifikasi.

"Masih ada 89.963 guru yang belum bersertifikasi. Penyelesaiannya akan dilakukan secara bertahap melalui dukungan bersama Kementerian Keuangan," kata Sugiyo.

Baca Juga: BFI Finance Permudah Investasi Mesin Percetakan di Surabaya Printing Expo 2026

Selain efisiensi anggaran, pemerintah juga mengubah pola pendampingan pembelajaran agar proses sertifikasi lebih efektif sekaligus mampu meningkatkan kompetensi tenaga pendidik.

Menurut Sugiyo, sertifikasi guru bukan sekadar syarat administratif untuk memperoleh tunjangan profesi.

 Lebih dari itu, sertifikasi merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah sehingga berdampak langsung terhadap mutu pendidikan.

Ia menambahkan, madrasah memiliki kontribusi besar terhadap dunia pendidikan di Jawa Timur.

Sekitar 98 persen madrasah di provinsi ini berstatus swasta dan berdiri atas prakarsa serta swadaya masyarakat.

"Peran madrasah sangat besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, sebagian madrasah swasta masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak," pungkasnya.(rmt) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Jawa Timur #kemenag #guru madrasah #sertifikasi