RADAR SURABAYA - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim menegaskan bahwa pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa pekan terakhir disebabkan adanya proses pemeliharaan (maintenance) dan perbaikan sejumlah unit pembangkit listrik. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari manajemen beban yang diterapkan secara nasional oleh PT PLN guna menjaga keandalan sistem kelistrikan.
Kepala Dinas ESDM Jatim, Aftabuddin Rijaluzzaman, mengatakan pemadaman bergilir bukan hanya terjadi di Jatim, melainkan dilakukan secara merata di berbagai wilayah Indonesia sesuai kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat dan PLN.
"Pemadaman di PLN itu memang kebijakan dari pusat untuk manajemen beban. Jadi se-Indonesia memang dibagi. Jatim juga mendapat bagian dan itu merata di seluruh 38 kabupaten/kota," kata Aftabuddin, Kamis (25/6).
Baca Juga: Guru SMK Jadi Korban Jambret HP di Jalan Dharmawangsa Surabaya
Menurutnya, langkah pengaturan beban listrik tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik nasional ketika sejumlah pembangkit sedang menjalani pemeliharaan berkala.
Ia menjelaskan, selama beberapa waktu terakhir terdapat beberapa unit pembangkit yang harus dihentikan sementara operasionalnya untuk proses perbaikan dan maintenance guna memastikan keandalan pasokan listrik dalam jangka panjang.
"Sekarang ada beberapa unit yang sedang diperbaiki. Satu unit sudah selesai dan kondisinya sudah baik, sementara satu unit lainnya masih dalam proses pemeliharaan," ujarnya.
Baca Juga: Prediksi Ekuador vs Jerman: Die Mannschaft Incar Sapu Bersih Grup E
Aftabuddin menuturkan, berdasarkan jadwal yang telah disusun PLN, pengaturan beban listrik berlangsung hingga sekitar 20 Juni 2026. Setelah sejumlah pembangkit mulai kembali beroperasi, kondisi sistem kelistrikan nasional, termasuk di Jatim, berangsur pulih.
"Sekarang berangsur-angsur sudah mulai pulih kembali. Harapan kita ke depan tidak ada lagi pemadaman seperti yang terjadi sebelumnya," katanya.
Menurut dia, kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik mulai menurun seiring membaiknya pasokan daya dan normalisasi sistem jaringan.
Baca Juga: Pemadaman Listrik Bergilir Berisiko Rusak Perangkat Elektronik
Dinas ESDM Jatim juga terus berkoordinasi dengan PLN untuk memantau perkembangan kondisi kelistrikan. Dalam komunikasi tersebut, PLN turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kebijakan manajemen beban.
"PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jatim. Manajemen beban ini memang merupakan kebijakan dari pusat untuk menjaga keseimbangan sistem kelistrikan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Aftabuddin menegaskan bahwa secara umum kondisi kelistrikan Jatim tetap kuat karena selama ini provinsi tersebut memiliki surplus daya listrik yang cukup besar. Ketersediaan listrik yang memadai bahkan menjadi salah satu faktor pendukung masuknya investasi dan berkembangnya sektor industri di Jatim.
Baca Juga: Curi HP Korban Pengeroyokan di Lumumba Surabaya, Pria Asal Waru Ditangkap
"Selama ini Jatim selalu surplus daya. Ketika ada pabrik-pabrik masuk, kita bisa langsung memberikan pasokan listrik yang dibutuhkan," jelasnya.
Meski demikian, dalam kondisi tertentu, sistem kelistrikan nasional memerlukan pengaturan beban secara merata di berbagai daerah untuk menjaga stabilitas jaringan, terutama saat sejumlah pembangkit sedang menjalani pemeliharaan.
Dengan selesainya proses perbaikan pada beberapa unit pembangkit, Pemerintah Provinsi Jatim optimistis kondisi pasokan listrik akan semakin stabil dalam waktu dekat. Potensi pemadaman bergilir diperkirakan terus menurun dan tidak lagi terjadi secara masif seperti yang sempat dialami masyarakat beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Masuk 5 Persen Peneliti Terbaik Dunia, Dosen Ubaya Ciptakan Teknologi Membran untuk Lawan Emisi.
Namun, Aftabuddin menegaskan bahwa kewenangan terkait penentuan jadwal maupun penghentian pemadaman sepenuhnya berada di tangan PLN sebagai operator sistem kelistrikan nasional.
"PLN yang bisa memutuskan sampai kapan. Tetapi yang jelas kondisinya sudah melandai sejak tanggal 20 kemarin dan diupayakan tidak ada lagi pemadaman yang masif seperti sebelumnya," tegasnya.
Ia pun memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan listrik di Jatim. Berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi dengan PLN, pasokan listrik untuk kebutuhan rumah tangga, bisnis, maupun industri masih dalam kondisi aman. "Pasokan listrik Jatim aman. Insyaallah aman," pungkas Aftabuddin. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto