Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kadindik Jatim Ingatkan Pentingnya Simulasi SPMB 2026, Persaingan Makin Ketat

Mus Purmadani • Senin, 8 Juni 2026 | 14:26 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan SPMB tingkat SMA negeri. (IST)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan SPMB tingkat SMA negeri. (IST)

 

RADAR SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur membuka layanan simulasi pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 pada 8–9 Juni 2026. Melalui simulasi ini, calon murid baru diimbau memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berlatih dan memahami mekanisme pendaftaran sehingga tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran resmi dimulai.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa simulasi memang tidak bersifat wajib. Namun, tahapan ini sangat penting karena memberikan gambaran nyata mengenai sistem seleksi dan proses pendaftaran yang akan dihadapi calon murid.

Baca Juga: Pelaku Curanmor Spesialis Minimarket Ditembak Polisi, Beraksi di 10 TKP Wilayah Surabaya Raya

“Latihan ini kita buat sangat mirip saat pendaftaran nanti. Jadi saat calon murid baru ikut tahapan ini mereka tidak akan kesulitan saat pendaftaran riil SPMB nanti,” ujar Aries, Senin (8/6). 

Menurutnya, simulasi dapat diakses melalui  spmb.jatimprov.go.id dengan menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), PIN, tanggal lahir, serta tanggal terbit Kartu Keluarga (KK) atau Surat Keterangan Domisili (SKD). Karena itu, hanya calon murid yang telah memperoleh PIN yang dapat mengikuti simulasi tersebut.

Aries mengingatkan para calon murid yang belum memiliki PIN agar segera menyelesaikan proses pengambilan PIN sebelum batas akhir pada 9 Juni 2026. Sebab, PIN merupakan syarat utama untuk mengikuti seluruh tahapan SPMB.

Berdasarkan data Dindik Jatim hingga Minggu (7/6) pukul 13.30 WIB, jumlah calon murid yang mengajukan pengambilan PIN secara mandiri dan daring mencapai 303.299 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 273.736 murid atau sekitar 90,25 persen telah memperoleh PIN. 

Baca Juga: Putra Tri Ramadani Ukir Sejarah Usai Raih Emas World Climbing Series 2026 di Praha, UMSURA Siapkan Bonus Khusus

Sementara total lulusan SMP/MTs sederajat di Jawa Timur tahun ini mencapai 618.479 murid.

“PIN menjadi kunci utama dalam seluruh tahapan SPMB. Jadi ayo adik-adik segera tuntaskan pengajuan pengambilan PIN agar bisa mengikuti tahapan simulasi pendaftaran SPMB. Ini harus dimanfaatkan,” tegas mantan Penjabat Wali Kota Batu tersebut.

Aries menjelaskan, simulasi pendaftaran tahun ini hanya diperuntukkan bagi jalur Domisili dan Jalur Nilai Prestasi Akademik, baik untuk jenjang SMA maupun SMK. Melalui simulasi tersebut, calon murid dapat mempelajari peluang pemilihan sekolah sesuai rayon domisili serta memahami sistem pemeringkatan yang digunakan dalam proses seleksi.

Khusus pada jalur domisili, calon murid tidak diperbolehkan memilih SMA dan SMK secara bersamaan karena kedua jalur tersebut dibuka pada waktu yang sama, yakni 11–12 Juni 2026. Untuk pilihan sekolah, calon murid dapat memilih maksimal tiga SMA dalam rayon domisili atau tiga konsentrasi keahlian pada SMK, baik dalam satu sekolah maupun berbeda sekolah.

Selain itu, Aries mengingatkan bahwa simulasi hanya dapat dilakukan satu kali sehingga calon murid harus memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal dengan memahami seluruh tahapan yang tersedia.

Baca Juga: Rp9,22 Triliun Dana Asing Keluar, Rupiah Jebol Hingga IHSG Terkapar

Ia juga menjelaskan bahwa simulasi tidak dapat diikuti oleh calon murid yang menggunakan Surat Keterangan Pindah Domisili (SKPD) Mutasi karena jalur mutasi baru dibuka pada tahap kedua. Namun, calon murid yang menggunakan Surat Keterangan Domisili (SKD) akibat bencana alam atau karena tinggal di pondok pesantren tetap dapat mengikuti simulasi.

“Di sekolah-sekolah sudah ada helpdesk dan petugas panitia SPMB yang siap membantu memberikan pelatihan proses pendaftaran. Jadi jangan sampai ketinggalan untuk latihan ini,” tambah Aries.

Sebagai informasi, pengambilan PIN mandiri SPMB SMA/SMK Negeri Jawa Timur berlangsung sejak 28 Mei hingga 9 Juni 2026. Selanjutnya, pendaftaran tahap pertama untuk Jalur Domisili SMA dengan kuota 35 persen dan Domisili SMK dengan kuota 10 persen dibuka pada 11–12 Juni 2026. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#SPMB 2026 #spmb tingkat sma #Aries Agung Paewai #dinas pendidikan jawa timur