Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Museum Marsinah di Nganjuk Diresmikan, Simbol Perjuangan Buruh Jadi Wisata Edukasi

Mus Purmadani • Minggu, 17 Mei 2026 | 08:35 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menemani Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Sabtu (16/5). (ISTIMEWA)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menemani Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Sabtu (16/5). (ISTIMEWA)

RADAR SURABAYA - Presiden Prabowo Subianto bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5). 

Museum ini berdiri di samping rumah masa kecil Marsinah, aktivis buruh yang tewas secara tragis pada 1993 setelah memimpin aksi menuntut kenaikan upah. 

Peresmian ini sekaligus menegaskan penghormatan negara atas perjuangan Marsinah yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2025.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Minggu 17 Mei 2026: Peluang Hujan Ringan, Waspadai Banjir Rob di Kawasan Pesisir Efek Bulan Baru

"Ini saya kira peristiwa yang langka dan luar biasa. Mungkin di seluruh dunia baru sekarang ada museum buruh," kata Presiden Prabowo.

Menurut Prabowo, museum tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol dan tonggak sejarah untuk mengenang keberanian seorang pejuang perempuan muda yang memperjuangkan hak-hak kaum pekerja.

Prabowo menegaskan perjuangan Marsinah sesungguhnya menjadi lambang perjuangan seluruh masyarakat kecil dan kelompok yang selama ini berada pada posisi lemah.

Baca Juga: Sejarah Hari Buruh Internasional dan Perkembangannya, Dari Haymarket Affair hingga Perjuangan Marsinah

"Perjuangan tersebut adalah lambang perjuangan mereka yang berada di pihak yang lemah, orang-orang miskin, orang-orang yang tidak memiliki kekuasaan," ujarnya.

Prabowo juga mengingatkan bahwa peristiwa tragis yang dialami Marsinah seharusnya tidak perlu terjadi apabila nilai-nilai dasar bangsa Indonesia dijalankan secara utuh. 

Menurutnya, Indonesia dibangun dengan landasan Pancasila yang menempatkan keadilan sosial dan semangat kekeluargaan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa.

Baca Juga: Kemeriahan Surabaya Vaganza 2026: Festival of Lights Sulap Kota Pahlawan Jadi Lautan Cahaya

Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas penataan museum yang dinilainya mampu menghadirkan rekam jejak perjuangan Marsinah secara utuh. 

“Alhamdulillah, isinya bagus dan tertata indah dan rapi. Di dalam kita bisa melihat berbagai dokumentasi perjuangan Ibu Marsinah, baik foto, kliping koran asli, juga pakaian yang dipakainya sebelum jasadnya ditemukan,” ujarnya. 

Museum ini juga dilengkapi diorama perjuangan buruh tahun 1990-an, sehingga pengunjung dapat menapak tilas situasi perburuhan saat itu.

Khofifah berharap kawasan museum yang berdekatan dengan makam Marsinah dapat menjadi destinasi wisata edukatif sekaligus menggerakkan perekonomian lokal. 

Baca Juga: Jemaah Asal Jember Tunda ke Tanah Suci Karena Tak Sadarkan Diri saat Hendak Berangkat dari Embarkasi Surabaya 

“Insya Allah, ini akan semakin menunjang museum ini dan menjadi amal jariyah Mbak Marsinah. Bahwa bahkan setelah tiada, beliau tetap membawa manfaat untuk masyarakat,” katanya.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan bahwa keberadaan museum ini menjadi kebanggaan masyarakat Nganjuk.

 “Alhamdulillah Marsinah sudah ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Terus kemudian di sini diberikan semacam cendera mata berupa Museum dan Rumah Singgah Marsinah. Terima kasih,” ujarnya. 

Baca Juga: Olah TKP Kebakaran di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Tim Labfor Polda Jatim Bawa Sejumlah Benda yang Terbakar

Ia berharap museum dapat menjadi sarana pembelajaran sejarah perjuangan buruh bagi generasi muda, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA.

Marsini, kakak kandung Marsinah, mengaku bersyukur museum yang diimpikan keluarga akhirnya terwujud.

“Dari pihak keluarga harapannya biar museum tetap ada yang mengunjungi, mungkin akan dibuat untuk anak sekolah, kegiatan di luar sekolah,” tuturnya.

Baca Juga: Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2026: Pedro Acosta Sabet Pole, Bezzecchi Crash di Momen Krusial

Pembangunan museum ini didanai melalui donasi buruh dari seluruh Indonesia serta dukungan organisasi independen Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). 

Pengelolaan museum nantinya berada di bawah Yayasan KSPSI dengan konsep penataan mengadopsi Museum Galeri Nasional Singapura. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Museum Marsinah #pahlawan buruh #nganjuk #khofifah indar parawansa #Presiden Prabowo