Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Produksi Beras Jatim Surplus 50 Persen di 2026, Stok Aman Hadapi Ancaman El Nino

Mus Purmadani • Rabu, 22 April 2026 | 17:36 WIB
Gudang beras siap menampung hasil panen.
Gudang beras siap menampung hasil panen.

RADAR SURABAYA – Produksi beras Jawa Timur (Jatim) pada 2026 diproyeksikan mengalami surplus hingga 50 persen.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim memastikan stok beras tetap aman, meski di tengah ancaman fenomena El Nino.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Heru Suseno, menyebutkan bahwa produksi beras di wilayahnya masih jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Jatim pada periode Januari hingga Mei 2026 diperkirakan meningkat sekitar 2,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

“Prediksi dari BPS, produksi Januari sampai Mei naik sekitar 2,3 persen dibanding tahun lalu,” ujar Heru, Rabu (22/4).

Secara tahunan, produksi beras Jawa Timur mencapai lebih dari 6 juta ton. Pada 2025, produksi tercatat sebesar 6,04 juta ton, sedangkan kebutuhan konsumsi masyarakat hanya sekitar 3,5 juta ton per tahun.

Baca Juga: Jambret Ponsel, Dua Pria Dimassa di Kota Lama Surabaya, Motor Pelaku Terjun ke Sungai Kalimas

“Artinya, kita surplus hampir 50 persen. Jadi, untuk kebutuhan dalam daerah sangat aman,” tegasnya.

Surplus produksi beras Jatim tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga disalurkan ke berbagai daerah lain di Indonesia. Selain itu, sebagian produksi disimpan sebagai cadangan pangan pemerintah daerah.

Hingga saat ini, cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) Jawa Timur mencapai 895 ton yang tersimpan di gudang provinsi maupun kabupaten/kota.

Bahkan, hingga Mei 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 1.200 ton dan diproyeksikan terus bertambah hingga akhir tahun.

“Cadangan terus meningkat. Targetnya memang kita tingkatkan dibanding tahun lalu,” imbuhnya.

Heru juga memastikan bahwa stok beras Jatim cukup kuat untuk menghadapi dampak El Nino.

 Dengan produksi yang melimpah serta cadangan yang terus diperkuat, risiko krisis pangan dapat ditekan.

“Untuk El Nino, saya pastikan aman karena cadangan kita sudah tersedia dan produksi juga tinggi,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemprov Jatim terus mendorong peningkatan luas tanam sebagai strategi menjaga ketahanan pangan.

Pada 2026, target luas tambah tanam ditetapkan mencapai 13,8 juta hektare, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 13,4 juta hektare.

“Target luas tanam tahun ini 13,8 juta hektare. Ini bagian dari upaya menjaga produksi tetap tinggi,” pungkasnya.(mus) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#surplus #el nino #beras #pemprov jatim