RADAR SURABAYA - Minuman keras (miras) lagi-lagi memakan korban. Kali ini tragedi pesta miras kembali mengguncang Kabupaten Malang.
Lima warga Kecamatan Pakis dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengonsumsi miras jenis anggur merah, sementara dua orang lainnya dalam kondisi kritis dan tengah dirawat di RS dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Dua korban tewas berasal dari Desa Bunut Wetan, yakni AR dan SG, yang diketahui sudah berkeluarga.
Sedangkan korban kritis berinisial BH dan SM. Tiga korban lainnya berasal dari Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis.
Kapolsek Pakis AKP Suyanto mengungkapkan, pihaknya menerima laporan pertama pada Selasa (16/12) pagi, terkait warga yang meninggal usai mengonsumsi miras.
“Ada dua TKP, yakni Bunut Wetan, dua orang meninggal dan dua kritis sekarang dirawat di RSSA. Untuk TKP Sukoanyar, tiga meninggal dunia,” jelas Suyanto saat dikonfirmasi, Kamis (18/12).
Menurutnya, pesta miras di Desa Bunut Wetan berlangsung pada Sabtu (13/12) malam dengan diikuti sekitar 20 orang. Dua korban meninggal pada Senin setelah sebelumnya mengeluhkan mual dan pusing.
“Ada 20 orang yang ikut, dua meninggal dan dua kritis. Warga lain yang ikut pesta miras masih beraktivitas seperti biasa,” tambahnya.
Sementara itu, di Desa Sukoanyar, empat orang diduga mengonsumsi enam botol anggur merah pada Minggu (14/12). Tiga di antaranya meninggal pada Selasa, sementara satu orang selamat.
Polisi kini masih mendalami identitas korban dan penyebab pasti kematian. Sisa minuman keras yang dikonsumsi korban telah diamankan untuk diuji laboratorium.
“Kami sudah menyita sisa dari minuman, nanti akan kita uji lab untuk memastikan penyebab dari kejadian ini,” tegas Suyanto.
Polisi menegaskan kasus ini masih dalam penyelidikan, termasuk uji laboratorium terhadap sisa minuman keras yang dikonsumsi korban.
“Masih kita dalami. Kami akan pastikan penyebab kematian korban agar kasus ini bisa segera terungkap,” pungkas Suyanto. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari