RADAR SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur (Jatim) menyoroti rendahnya serapan anggaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur 2025 yang baru mencapai 43 persen hingga akhir Oktober 2025. Dari total anggaran sebesar Rp1,584 triliun, realisasi yang terserap baru sekitar Rp681,7 miliar.
Juru Bicara Komisi D DPRD Jawa Timur, Abrari, menjelaskan bahwa berdasarkan data Bappeda Jatim, Dinas PU Bina Marga mengelola pagu murni Rp1,070 triliun dan mendapatkan tambahan Rp514,2 miliar melalui Perubahan APBD (P-APBD) 2025. Namun, progres realisasi yang masih di bawah 50 persen menjadi perhatian serius legislatif.
“Dengan serapan anggaran yang baru mencapai 43 persen, diperlukan revolusi perencanaan yang lebih komprehensif dan sinergi aktif antara Dinas PU Bina Marga dan Komisi D untuk meminimalisir SiLPA yang bisa menghambat pembangunan ekonomi daerah,” ujar Abrari, Rabu (5/11).
Abrari juga menyampaikan bahwa untuk APBD Murni Tahun 2026, Dinas PU Bina Marga akan mengelola anggaran Rp402,56 miliar, atau turun cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, panjang jalan yang dikelola meningkat dari 1.421 km menjadi 1.667 km atau bertambah sekitar 250 km.
“Fokus kegiatan 2026 akan diarahkan pada pemeliharaan rutin agar jalan tetap dapat digunakan secara optimal, meskipun tidak semua bisa diperbaiki sempurna,” jelasnya.
Dari total alokasi tersebut, sebagian besar digunakan untuk belanja wajib seperti, kegiatan perkantoran Rp118,93 miliar. Kemudian gaji dan tunjangan pegawai Rp116,34 miliar
Komisi D DPRD Jawa Timur juga menyampaikan enam rekomendasi strategis untuk peningkatan kinerja Dinas PU Bina Marga. "Dinas perlu mempercepat realisasi anggaran dengan perencanaan lebih matang agar pembangunan berjalan sesuai target," katanya.
Abrari menegaskan bahwa peran strategis Dinas PU Bina Marga sangat vital dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Jawa Timur. Karena itu, DPRD akan terus melakukan pengawasan agar anggaran dapat terserap secara optimal dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto