Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tingginya Permintaan saat Maulid Nabi Jadi Penyebab Naiknya Harga Telur Ayam di Jatim

Mus Purmadani • Rabu, 17 September 2025 | 00:48 WIB
 
RADAR SURABAYA -  Peternak ayam petelur di Jawa Timur kembali tersenyum dengan naiknya harga telur setelah satu bulan lebih merugi. Harga telur ayam saat ini di sejumlah pasar di Surabaya mencapai Rp 28.000 - Rp 29.000 per kilogram. 
 
Ketua Asosiasi Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Rofi Yasifun kepada Radar Surabaya mengatakan kalau harga telur ayam on farm (dari kandang) Rp 24.500. Kemudian harga pakan jagung juga turun menjadi Rp 6.500 per kilogram.
 
 
"Lumayan turun harga pakannya. Sehingga bisa sedikit mengurangi beban biaya produksi," katanya. 
 
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga rata-rata untuk komoditas telur ayam di Jatim per Selasa (16/9)  Rp27.182. Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Banyuwangi Rp28.600. Dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Ponorogo Rp26.000.
 
"Naiknya harga telur ini hanya terjadi di pulau Jawa. Hal ini disebabkan ada event maulid nabi. Sehingga permintaan melonjak drastis," terangnya. 
 
 
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, daya beli masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Jawa Timur. 
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pasar murah yang digelar di berbagai kabupaten/kota. 
 
Gubernur Khofifah menyampaikan, pasar murah merupakan bagian dari Program Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Jawa Timur. Menurutnya, kegiatan ini dihadirkan agar masyarakat tetap tenang, daya beli terjaga, dan keterjangkauan pangan dapat dipastikan. (*)
Editor : Lambertus Hurek
#peternak ayam #pakan ayam #Jawa Timur #harga ayam petelur #Ayam petelur #khofifah indar parawansa