SURABAYA - Plt Kepala Dinas Peternakan Jatim Gunawan Saleh memprediksi ada penurunan pemotongan hewan kurban sekitar 10 persen dari total penyembelihan tahun lalu sebanyak 374.681 ekor. Tahun lalu penyembelihan hewan kurban juga turun sebesar 1 persen. "Stok hewan kurban di Jatim mencapai lebih dari 4,1 juta ekor. Dengan rincian, sapi 1.077.068 ekor, kambing 2.210.226 ekor dan domba 914.766 ekor," ujarnya.
Gunawan yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim ini menambahkan, distribusi hewan kurban telah dikoordinasikan bersama dishub dan pihak kepolisian agar tetap dapat melintas. Khususnya sapi satu daerah yang akan dikirim ke daerah lain di Jatim. "Jadi, pengiriman antardaerah dalam Provinsi Jatim, bukan dari provinsi lain. Ini karena di dalam provinsi Jatim sendiri populasi sapi kita sudah surplus banyak sehingga memang tidak diperbolehkan mengambil sapi dari provinsi lain," jelasnya.
Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Sapi (PPDS) Jawa Timur Muthowif mengatakan, PPKM darurat mengakibatkan permintaan hewan kurban menjelang Idul Adha turun hingga 20 persen. Penurunan tersebut juga disebabkan dana masyarakat digunakan untuk biaya sekolah anak memasuki tahun ajaran baru.
"Tahun ini permintaan hewan kurban lebih sepi dibanding tahun lalu. Ada banyak faktor seperti PPKM darurat dan tahun ajaran baru. Sebagian masyarakat menunda untuk berkurban," ujarnya,
Muthowif menambahkan, selain saat ini pedagang hewan kurban musiman di kota juga sangat minim karena PPKM darurat. Yakni sejumlah akses jalan protokol dilakukan penyekatan oleh petugas. Sehingga, hal itu menghambat distribusi hewan kurban. "Namun, masih ada pasar yang secara rutin melakukan kegiatan kurban dengan sistem arisan," katanya.
Menurut dia, yang tetap berkurban itu mereka yang sistem arisan tujuh orang satu ekor sapi. Biasanya satu orang arisannya sekitar Rp 3 juta. Lantaran kegiatan arisan kurban ini sudah menjadi rutinitas tahunan, maka kegiatan berkurban tetap terlaksana.
"Soal harga sekitar Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu per kilogram dalam timbangan sapi hidup. Sedangkan pasokan hewan kurban masih cukup dan tidak ada kendala," pungkasnya. (mus/rek)