General Affair PT Tiga Mas Soni Suharsono mengatakan, pihaknya masih mengerjakan 15 persen bangunan yang tertunda beberapa waktu lalu. Mulai pemasangan bata keramik, seket kamar, hingga taman.
Soni memastikan, proyek di dekat Jembatan Suramadu itu akan rampung pada April 2021. Sehingga, bulan Mei 2021 rusunawa itu bisa diserahkan kepada Pemkot Surabaya. "Tapi tetap kita lihat situasi dan kondisi,” katanya.
Bangunan tersebut nantinya punya 61 kamar. Satu kamar luasnya 36 meter persegi. Meski konstruksi hampir selesai, ada bagian lain yang tengah dipersiapkan. Di antaranya, pengerjaan interior dan eksterior bangunan. Pengerjaan tersebut akan dimulai tahun depan.
Selain itu, pihaknya juga akan menyamakan elevansi tanah antara bangunan dengan jalan sekitar 1,30 meter. Menurut Soni, pengerjaan itu dilakukan atas kesepakatan dengan warga Kelurahan Tambak Wedi agar aktivitas proyek tidak lebih dari pukul 20.00.
Sebelumnya, warga sekitar protes karena pemasangan tiang pancang membuat sejumlah rumah warga mengalami keretakan. Mayoritas terjadi di kawasan RT 11. Proyek akhirnya dihentikan sementara. Mediasi dilakukan pada bulan Oktober. Warga meminta pengerjaan proyek harus selesai sebelum pukul 20.00. Ini karena sebelumnya pengerjaan berlangsung hingga pukul 02.00.
Sekretaris Camat Kenjeran Sukanan mengatakan, saat ini persoalan warga dengan pelaksana proyek sudah rampung. Proyek bisa dikerjakan kembali sesuai rencana.
Rusunawa Tambak Wedi dibangun dengan APBN. Biayanya jadi satu dengan anggaran pembangunan tiga hunian untuk warga berpenghasilan rendah di Provinsi Jatim tahun 2020. Nilai pagunya Rp 85 miliar.
Sukanan menegaskan, keberadaan rumah susun amat penting karena banyak warga Kenjeran belum punya rumah. Selama ini mereka mengontrak atau tinggal di kamar kos. (rmt/rek) Editor : Administrator