Sama-sama bekerja kadang membuat keluarga susah. Ya, susah bertemu, susah bicara, hingga susah nafkahnya.
TIM Wartawan Radar Surabaya
Karin oh Karin, sungguh malang nasibmu. Biduk rumah tangga wanita 30 tahun itu akhirnya rapuh juga saat usia pernikahan menginjak tahun kesembilan. Karin terpaksa menggugat cerai suaminya, Donwori, 35.
Gegaranya, sudah tiga tahun konflik rumah tangga tak berkesudahan. Karin tak tahan dengan kelakuan Donwori yang suka main investasi online. Masalahnya, bukannya untung malah membuat perekonomian Karin dan Donwori buntung.
"Saya merasa investasi online itu sama dengan main judi. Buktinya hutang suami saya malah banyak dan terus menumpuk," curhat Karin ditemui di Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya belum lama ini.
Nahasnya lagi, Donwori juga tak punya waktu banyak untuk Karin. Walau tinggal di bawah atap yang sama, Karin dan Donwori jarang bertemu. Penyebabnya, saat siang, Karin bekerja seharian di luar.
Kalau pun libur atau sama-sama di rumah, Donwori sibuk dengan investasi online. "Kalau malam, dianya yang kerja ngojol. Jadi memang susah ketemu. Padahal kan bisa ngojol siang hari juga, biar malamnya bisa ketemu dan ngobrol," ujarnya.
Karin semakin jengkel karena Donwori tak pernah ngasih uang belanja. Kekesalan Karin memuncak saat Donwori tak bisa diajak dan ngobrol dari hati ke hati. Sebab Donwori selalu menghindar saat didekati Karin.
Lama-lama giliran Donwori yang mulai nyeleneh. Minggat dari rumah dan pergi ke rumah orang tuanya. Karena sudah tidak ada jalan damai, Karin pun pergi PA Kelas 1A Surabaya untuk menggugat cerai Donwori.
"Sudah dikabulkan Mas. Sudah enggak bisa dipertahankan. Sembilan tahun bersama belum dikaruniahi anak. Mungkin itu juga faktornya," jelas wanita asal Sambikerep Surabaya itu. (*/opi)
Editor : Jay Wijayanto