Jika sama-sama bekerja dengan penghasilan yang berbeda, jangan pernah merendahkan pasangan. Sebab itu bisa jadi awal mula terjadinya pertengkaran. Namun apa daya, gaji yang kurang membuat pria asal Kenjeran, Surabaya, itu pusing tujuh keliling.
TIM Wartawan Radar Surabaya
”Istri saya enggak begitu dahulu. Tapi ya setelah dia naik jabatan, gaya hidupnya berubah Mas. Belinya barang-barang mahal dan selalu minta saya,” Donwori bercerita.
Donwori yang tak ingin istrinya kecewa sempat berusaha banting tulang. Namun apa daya, gaji yang tak seberapa hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan utama rumah tangganya. Apalagi kalau bukan sandang pangan.
”Ya kalau untuk gaya-gayaan, mana cukup Mas. Kan dia (Karin, Red) yang gajinya besar. Harusnya ya dia sendirilah. Masak urusan gaya-gayaan juga minta saya,” imbuhnya.
Lama-lama, Karin yang merasa kurang puas dengan nafkah Donwori, meminta agar segera ditambahi. Sontak saja Danwori terkejut hingga membuat dahinya mengkerut.
Katanya, permintaan Karin sudah diluar batas kewajaran. Karin yang merasa permintaannya tak dipenuhi mulai menghina Donwori. Katanya menyesal punya suami dengan gaji yang lebih rendah darinya.
Sontak saja hal itu membuat Donwori tak terima. Hingga akhirnya ribut di rumah tangganya pun terjadi juga. ”Ya siapa yang marah, Mas. Walau gaji saya enggak sebesar dia, kan saya tetap tanggung jawab. Kebutuhan rumah saya semua. Masak urusan gaya hidupnya yang enggak masuk akal itu harus aku juga?” ujarnya.
Donwori yang sudah merasa kesal dengan perubahan drastis Karin pun pilih bercerai. Pergi ke Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya mendaftarkan gugatan. Gugatan itu pun akhirnya dikabulkan hakim. ”Wes ora kuat hidup karo wong hedonis. Ruwet Mas,” jelasnya. (*/opi)
Editor : Jay Wijayanto