Memilih pasangan karena terburu-buru memang kerap bikin malu. Apalagi kalau salah pilih pasangan, nyarinya perawan dapatnya malah bekas orang.
TIM Wartawan Radar Surabaya
Usia Donwori sudah menginjak kepala tiga lebih empat tahun. Karena sibuk bekerja, sampai-sampai tak sempat cari pasangan.
Orang tuanya Donwori sudah bingung tak karuan. Sebab anaknya masih saja melajang padahal sepantarannya sudah punya anak.
Tiap hari, Donwori dipaksa menikah. Kalau pulang ke rumah, diminta harus sudah bawa calon pasangan. Yang membuat Donwori terkejut adalah pesan ayahnya.
Minta jangan lama-lama mumpung orang tua masih ada. "Ya kaget Mas, bingung juga. Orang tua bilang seperti itu. Kok hati saya bergetar. Takut kalau itu wasiat terakhir ayah," kata Donwori saat bercerita.
Mendengar hal itu Donwori pun tiba-tiba semangat cari pasangan. Ibarat gayung bersambut, Donwori bertemu Karin, 29.
Dilihat-lihat, si Karin ini kok ya cantik juga, batin Donwori. Donwori pun merasa Karin lah wanita yang dikirim Tuhan untuknya.
Tanpa basa basi, Donwori mengajak Karin ke orang tuanya. Donwori melapor jika sudah punya calon. "Ya siapa yang enggak senang Mas. Karena nyari wanita (yang sesuai keinginan orang tua, Red) susah. Ya untung saja ada dia," bebernya.
Tiga bulan berselang, Donwori dan Karin akhirnya melangsungkan pernikahan. Dua tahun menikah, Donwori mulai kaget. Sebab Karin kerap meminta uang belanja lebih dari biasanya.
Hati Donwori pun bergumam tak karuan. "Buat apa butuh uang banyak, wong belum punya anak," imbuh Donwori.
Lama-lama, Karin bercerita, jika itu untuk dua anaknya dengan suami sebelumnya.
Mendengar pengakuan Karin, Donwori pun geleng-geleng kepala. Ternyata Karin adalah seorang janda. Sejak saat itu, Donwori merasa ditipu Karin.
Kerap bertengkar hingga sering terjadi percekcokan. Donwori mengaku jika Karin tak mau bercerita karena ia tak pernah bertanya. Donwori yang merasa kecewa dan kerap berbeda pendapat membuat Donwori minta pisah dengan Karin.
Donwori pun pergi ke Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya untuk mengurus gugatan. Katanya sudah tak ada kecocokan bersama.
"Ya dua tahun Mas, Karin baru cerita (kalau janda dengan dua anak, Red). Ya siapa yang enggak kecewa. Dua anak lagi. Untung saya belum punya anak sama dia," bebernya. (*/opi)
Editor : Jay Wijayanto