Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tak Galau LDR-an, Tak Khawatir Ditinggal Selingkuh, Ternyata Nikah Tanpa Modal Cinta

Nofilawati Anisa • Sabtu, 9 Desember 2023 | 17:58 WIB
Ilustrasi iso ae: Jujuk Suwandono.
Ilustrasi iso ae: Jujuk Suwandono.

Menikahlah berdasarkan cinta. Sebaliknya, kalau cuman karena kasihan, jangan memutuskan untuk menikah. Supaya nggak menyesal di kemudian hari. 

TIM Wartawan Radar Surabaya

Karin, 28, sedang mengurus gugatan cerainya manakala menceritakan kisah cintanya pada Radar Surabaya, akhir November lalu. Percintaan Karin ini bisa dibilang cukup berani.

Tentang perselingkuhan yang dibalas dengan perselingkuhan. Yang dibumbui dengan kesan jablai di dalamnya. 

Ceritanya, Karin sudah lima tahun menikah dengan Donwori, 36. Usianya dengan suami memang terpaut cukup jauh. Namun Karin mengatakan, sejak awal, tidak ada masalah tentang itu.

Keduanya sama-sama dimabuk cinta. Eh, sebentar, Karin meralat. Ia sih cinta, tapi tetap lebih bucinan suaminya. 

Namun, hubungan keduanya renggang manakala Donwori dipindahtugaskan ke kota lain. Tepatnya ke Samarinda, yang jauhnya ribuan kilometer dari Surabaya. Terpaksa mereka harus LDR-an (long distance relationship). 

Tak dipungkiri, jarak laut yang memisahkan membuat  hubungan pernikahan yang dulu manis, jadi hambar. Entah sayang uang atau apa, Donwori jarang pulang.

Bahkan, semakin hari Donwori kian jarang berkabar. Yang Karin sendiri heran, ia juga tidak  berusaha untuk mencari.

"Aneh ya, saya ini ya tidak khawatir, tidak curiga. Padahal kalau orang-orang di sekitar sudah pada menuduh Donwori aneh-aneh," cerita  Karin di  salah satu bangku ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya. 

Bulan demi bulan tak memberi Kabar, Donwori tiba-tiba muncul ke rumah Karin. Tapi Donwori tak  sendiri. Donwori membawa seorang perempuan. Lebih tua dari Karin tapi lebih muda dari Donwori. “Kira-kira usianya 35-an lah Mas,” ujarnya.

Belakangan, Karin baru tahu bahwa perempuan itu istri siri Donwori. Yang dinikahi Donwori di perantauan. Di Samarinda, tepatnya.  

Motif Donwori pulang membawa perempuan dengan bahasa tubuh yang mesra, sudah jelas bisa ditebak Karin. Meminta Karin agar mau merelakan Donwori pergi. “Mas Wori minta cerai,” tegasnya.

Umumnya, seorang istri akan sedih  kalau dikhianati habis-habisan seperti itu. Sampai sudah nikah siri, lho. Tapi, Karin woles pol. Tak ada amarah, apalagi tangis kecewa.

Karin langsung merelakan Donwori  meng-upgrade perempuan yang dibawanya itu. Dari istri siri ke istri sah. Dari hak guna menjadi hak milik.

"Lah Mas Wori malah nangis-nangis, nyembah njaluk sepuro. Katanya gak enak sama saya, tapi gak tahan sendiri di rantau. Lho aku lo biasa," jelas Karin, enteng, seenteng kapas. 

Sikap biasa Karin, ia menduga datang karena sejak awal dia tidak begitu menyukai Donwori. Pernikahannya terjadi karena ia kasihan dengan Donwori yang getol pendekatan.

“Justru saya sekarang jadi bebas sebebas-bebasnya. Sudah nggak ada beban lagi,” ujarnya. Lagi-lagi dengan entengnya. (*/opi)

Editor : Jay Wijayanto
#iso ae #Sephia #Balada Rumah Tangga #Donwori #Karin