Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

FIFA dan Seluruh Organ Sepakbola Mengutuk Kejadian Wasit Dianiaya Presiden Klub dan Suporter di Turki

Rahmat Adhi Kurniawan • Kamis, 14 Desember 2023 | 00:05 WIB
DIANIAYA: Wasit Hamit Umut Meler jatuh tersungkur usai dipukul Faruk Koca.
DIANIAYA: Wasit Hamit Umut Meler jatuh tersungkur usai dipukul Faruk Koca.

ZURICH - Presiden badan sepak bola dunia FIFA, Gianni Infantino, mengatakan kejadian penganiayaan terhadap wasit di tengah lapangan usai pertandingan Super Lig di Turki adalah kejadian yang tidak bisa diterima.  

"Sama sekali tidak dapat diterima dan tidak mendapat tempat dalam olahraga atau masyarakat kita. Tanpa ofisial pertandingan tidak ada sepakbola," katanya.

Badan sepak bola Eropa UEFA juga mengutuk insiden tersebut. “Kami mendesak pihak berwenang dan badan disiplin yang bertanggung jawab untuk mengambil tindakan tegas dan perlu terhadap siapa pun yang terlibat dalam tindakan pelecehan dan kekerasan terhadap wasit,” kata UEFA.

“Perilaku yang tidak dapat diterima dan menyusahkan seperti itu merugikan upaya asosiasi nasional untuk merekrut wasit, yang penting untuk kelancaran pertandingan,” lanjutnya.

Presiden Klub Sepakbola Turki, Faruk Koca, memukul wasit Halil Umut Meler usai laga Ankaragucu vs Rizespor di Ankara. Dia kecewa dengan keputusan wasit dimana pertandingan berakhir imbang 1-1. Tak hanya dipukul, Halil juga ditendang dan diancam oleh beberapa rekan Koca dan sebagian suporter.

Hugh Dallas, kepala pendidikan wasit Super Lig Turki, berada di stadion ketika insiden itu terjadi dan menyerukan pemerintah untuk mengambil tindakan.

"Saya belum pernah melihat seorang wasit tingkat atas di negara terkemuka diserang seperti itu," kata Dallas kepada BBC.

“Saya pikir banyak presiden klub, media, dan pihak lain akan melihat diri mereka sendiri hari ini dan menyadari ketika Anda membuat histeria massal mengenai wasit, inilah hasilnya.

"Harus ada undang-undang dan hukuman yang diberlakukan bagi klub, pemain, pemilik, atau siapa pun jika mereka berperilaku seperti itu karena hal itu pasti tidak bisa dilanjutkan."

Menjadi wasit FIFA sejak 2017, Meler yang berusia 37 tahun pernah memimpin pertandingan grup Liga Champions antara Lazio dengan Celtic pada 28 November.

Pierluigi Collina, ketua komite wasit FIFA, menggambarkan kejadian tersebut sebagai sesuatu yang mengerikan.

“Baik wasit, maupun orangnya, tidak pantas merasakan pengalaman yang dialaminya kemarin di Ankara. Dia sedang melakukan tugasnya ketika dia diserang di lapangan permainan pada akhir pertandingan yang baru saja dia pimpin,” kata Collina.

“Yang lebih mengerikan lagi adalah mengetahui bahwa ada ribuan wasit di seluruh dunia yang dianiaya secara verbal dan fisik di tingkat yang lebih rendah di seluruh dunia, tanpa dilaporkan oleh media.”

Wasit di Turki sering dikritik oleh manajer klub dan presiden atas keputusan mereka, namun jarang menjadi sasaran serangan kekerasan.

Ankaragucu saat ini berada di urutan ke-11 klasemen Super Lig Turki dengan 18 poin, tiga tingkat di bawah Rizespor dengan 22 poin setelah 15 pertandingan. Belum jelas kapan pertandingan Super Lig akan dilanjutkan. (bbc/rak)

Editor : Jay Wijayanto
#wasit dianiaya #Faruk Koca #FIFA #Halil Umut Meler #Gianni Infantino #super lig turki