RADAR SURABAYA - Nasi goreng umumnya identik dengan warna merah atau kecokelatan dari kecap dan bumbu. Namun, nasi goreng ini justru berwarna hitam dan memiliki sentuhan rasa kopi.
Kreasi unik tersebut bisa ditemui di Nasi Goreng Mbah Darman, yang berada di sekitar Kampus B Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Mengusung konsep nasi goreng kelas gerobakan, menu nasi goreng kopi menjadi salah satu sajian yang banyak menarik perhatian, terutama kalangan mahasiswa.
Aroma dan warna hitam pada nasi goreng tersebut berasal dari bubuk kopi yang digunakan sebagai salah satu bahan racikan. Meski terdengar tidak biasa, perpaduan kopi dan nasi goreng itu ternyata mampu memikat pelanggan. Bahkan, pembeli kerap harus mengantre untuk mendapatkan seporsi nasi goreng tersebut.
Baca Juga: AngetKnee Buatan ITS Bantu Redakan Nyeri Lutut Lansia
Pemilik Nasi Goreng Mbah Darman, Ferdyan Ramadhani, mengatakan kreasi nasi goreng kopi dibuat untuk menghadirkan cita rasa berbeda tanpa menghilangkan karakter nasi goreng maupun kopi.
“Kreasi ini tidak mengubah karakter kopi dan juga nasi goreng sendiri. Saya upayakan membuatnya balance,” kata Ferdyan, Jumat (4/9).
Ide membuat nasi goreng kopi berawal dari kegemarannya terhadap kopi. Ferdyan diketahui memiliki perkebunan kopi di Blitar. Suatu ketika, dia mencoba espresso milik salah satu pelanggannya. Dari pengalaman tersebut, muncul ide untuk memadukan kopi dengan racikan nasi goreng yang selama ini dimilikinya.
“Saya memang suka kopi dan punya racikan nasi goreng. Akhirnya kepikiran, bagaimana kalau kopi dimasukkan ke dalam bumbu nasi goreng,” ujarnya.
Ferdyan kemudian melakukan berbagai percobaan untuk menemukan komposisi yang tepat. Proses trial tersebut dilakukan selama kurang lebih tiga bulan hingga mendapatkan rasa yang dianggap pas.
Tantangan berikutnya adalah memperkenalkan menu tersebut kepada pelanggan. Sebab, nasi goreng dengan campuran kopi tentu terdengar asing bagi sebagian orang.
“Sambutan awalnya memang aneh. Tapi saya persilakan pelanggan untuk mencoba dulu,” tuturnya.
Baca Juga: Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Berdayakan Peserta lewat Program PEKA
Perlahan, nasi goreng kopi mulai mendapatkan tempat di hati pelanggan. Menu tersebut bahkan viral dan memiliki pelanggan tetap. Perpaduan nasi goreng dengan kopi menghasilkan cita rasa gurih dengan sentuhan pahit yang khas.
Untuk kopinya, Ferdyan menggunakan jenis robusta yang kemudian di-blend dengan arabika. Racikan tersebut menjadi bagian penting untuk menciptakan karakter rasa nasi goreng kopi.
Selain menggunakan kopi, Ferdyan juga memiliki resep bumbu nasi goreng sendiri. Ia sengaja tidak menggunakan bumbu yang umum ditemukan pada nasi goreng Surabaya, seperti saus, micin, dan merica.
“Di Surabaya terkenal dengan bumbu nasi goreng yang berisi saus, micin, dan merica. Tapi karena saya punya resep sendiri, semuanya saya hilangkan,” jelasnya.
Menurut Ferdyan, penggunaan bumbu racikan sendiri juga membuat nasi gorengnya lebih mudah dinikmati berbagai kalangan, termasuk anak-anak hingga lansia.
“Saya menggunakan bumbu saya sendiri yang bisa dinikmati lansia dan juga anak kecil. Saya ingin nasi goreng buatan saya punya ciri khas,” katanya.
Meski kopi bisa menjadi bahan pembeda pada nasi goreng, Ferdyan tidak berniat mengaplikasikannya pada semua menu. Menurutnya, karakter kopi kurang cocok jika dipadukan dengan mi goreng maupun kwetiau.
“Menurut saya, kopi tidak cocok untuk mi goreng dan kwetiau,” ujarnya. (sam)
Editor : Lambertus Hurek