Radar Surabaya – Pekarangan rumah kini tak lagi hanya dimanfaatkan sebagai ruang terbuka atau area penghijauan. Banyak masyarakat mulai mengubah lahan di sekitar rumah menjadi kebun pangan dengan menanam berbagai jenis sayuran dan bumbu dapur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Cabai, tomat, kangkung, bayam, hingga sawi menjadi beberapa komoditas yang banyak dibudidayakan karena relatif mudah dirawat dan dapat dipanen dalam waktu singkat. Meski memiliki lahan terbatas, kegiatan berkebun tetap dapat dilakukan dengan memanfaatkan pot, polybag, maupun bedeng sederhana.
Pemanfaatan pekarangan dinilai mampu mengoptimalkan lahan yang sebelumnya kurang produktif. Selain menghasilkan bahan pangan segar, hasil panen juga dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur sehingga membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, terutama untuk komoditas yang sering dikonsumsi.
Agar tanaman tumbuh optimal, perawatan dapat dilakukan dengan langkah sederhana, seperti penyiraman secara rutin, penggunaan pupuk organik, serta memastikan tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup.
Pemerintah juga terus mendorong gerakan pemanfaatan pekarangan melalui Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Program ini bertujuan mengoptimalkan lahan di sekitar rumah sebagai sumber pangan keluarga yang beragam, bergizi, sekaligus mendukung ketahanan pangan rumah tangga.
Tak hanya menghasilkan bahan pangan, keberadaan tanaman juga membuat lingkungan rumah menjadi lebih hijau, asri, dan nyaman. Aktivitas berkebun pun dapat menjadi kegiatan produktif yang melibatkan seluruh anggota keluarga sekaligus menambah pengetahuan tentang budidaya tanaman.
Pemanfaatan pekarangan membuktikan bahwa lahan yang terbatas tetap memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi keluarga apabila dikelola dengan baik. Dengan memilih jenis tanaman yang sesuai dan melakukan perawatan secara konsisten, pekarangan rumah dapat menjadi sumber pangan mandiri yang mendukung ketahanan pangan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat. (rin/fir)
