Radar Surabaya – Makan siang bukan sekadar menghilangkan rasa lapar, tetapi menjadi momen penting untuk mengembalikan energi setelah tubuh beraktivitas sejak pagi. Sayangnya, kesibukan bekerja, kuliah, atau aktivitas lainnya membuat sebagian orang kerap menunda waktu makan.
Padahal, tubuh tetap membutuhkan asupan nutrisi agar stamina, konsentrasi, dan produktivitas tetap terjaga hingga aktivitas selesai. Makan siang membantu menggantikan energi yang telah digunakan sejak pagi sekaligus mendukung berbagai fungsi tubuh selama menjalani rutinitas.
Sebaliknya, menunda makan siang terlalu lama dapat menyebabkan kadar gula darah menurun. Kondisi ini dapat memicu tubuh terasa lemas, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, hingga meningkatkan rasa lapar yang berlebihan.
Rasa lapar yang tidak segera dipenuhi juga sering membuat seseorang makan dalam porsi lebih banyak saat waktu makan tiba. Bahkan, tidak sedikit yang akhirnya memilih makanan tinggi gula, garam, atau lemak karena dianggap mampu mengembalikan energi dengan cepat. Jika menjadi kebiasaan, pola makan seperti ini berpotensi mengganggu keseimbangan nutrisi harian.
Ahli gizi Christy Harrison menyebutkan hingga kini belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk merekomendasikan kebiasaan melewatkan waktu makan sebagai langkah yang bermanfaat bagi kesehatan. Sebaliknya, menjaga jadwal makan secara teratur dinilai lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi tubuh setiap hari.
Selain menjadi sumber energi, makan siang juga berperan memenuhi kebutuhan nutrisi penting, seperti karbohidrat, protein, vitamin, mineral, serta serat. Karena itu, menu makan siang sebaiknya terdiri atas makanan bergizi seimbang yang mencakup karbohidrat, lauk berprotein, sayuran, dan buah.
Membiasakan makan siang tepat waktu menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan di tengah padatnya aktivitas. Dengan pola makan yang teratur dan asupan gizi yang seimbang, tubuh akan tetap bertenaga, konsentrasi lebih terjaga, dan produktivitas dapat dipertahankan sepanjang hari. (rin/fir)
Editor : M Firman Syah