Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Yoga Ashtanga Latih Kendali Pikiran dan Perasaan

Rahmat Sudrajat • Senin, 1 Juni 2026 | 16:20 WIB

KONSENTRASI: Praktisi memperagakan gerakan Yoga Ashtanga yang menekankan keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan perasaan. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)
KONSENTRASI: Praktisi memperagakan gerakan Yoga Ashtanga yang menekankan keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan perasaan. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Yoga Ashtanga, aliran yoga klasik yang berasal dari India, dikenal memiliki disiplin dan standar latihan yang ketat. Berbeda dengan berbagai jenis yoga modern yang berkembang dengan gerakan lebih bebas dan variatif, Yoga Ashtanga tetap berpegang pada pakem asli yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Instruktur Yoga Ashtanga Ian Barlianta menjelaskan, ciri khas utama aliran ini terletak pada urutan gerakan (sekuens) yang baku dan tidak boleh diubah. Seluruh rangkaian gerakan tersebut merupakan warisan dari pendiri Yoga Ashtanga, mendiang Guruji Pattabhi Jois.

Baca Juga: Menengok Fasilitas Rumah Anak Prestasi Dukuh Menanggal Surabaya, Ada Kelas Yoga, Fisioterapi dan Public Speaking

"Karena Ashtanga memiliki pola dan sekuens yang jelas, pakemnya tidak boleh dicampur atau divariasikan," ujar Ian.

Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat terhadap yoga berangkat dari kebutuhan manusia untuk menemukan keseimbangan dalam hidup. Yoga tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi sarana menyelaraskan pikiran, perasaan, dan tubuh.

Baca Juga: Yoga untuk Pekerja, Mampu Seimbangkan Kesehatan dan Atasi Stres

"Yoga sebenarnya adalah bagian dari kehidupan. Pada dasarnya manusia membutuhkan keseimbangan untuk menjalani hidup dengan baik," jelasnya.

Ian menerangkan, makna dasar yoga adalah penyatuan. Ketika pikiran, perasaan, dan tubuh berada dalam kondisi selaras, seseorang akan memiliki kekuatan mental yang turut mendukung kesehatan fisiknya.

Baca Juga: Swing Yoga, Bikin Punggung Sehat dan Pikiran Tenang

"Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Ketika mental kita kuat, tubuh juga memiliki kemampuan lebih baik untuk pulih dan beradaptasi," katanya.

Dari sisi anatomi dan fisiologi, setiap gerakan dalam Yoga Ashtanga dirancang saling berkaitan dan berkesinambungan. Tujuannya adalah memperluas ruang gerak tubuh sekaligus meningkatkan fleksibilitas.

Baca Juga: Melepas Ketegangan Otot dan Meningkatkan Keseimbangan dengan Aqua Yoga

Dengan fleksibilitas yang baik, aliran darah dan distribusi oksigen ke seluruh tubuh dapat berlangsung lebih optimal. Sebaliknya, gangguan pada sirkulasi dapat memicu berbagai masalah kesehatan.

"Tujuannya agar tidak terjadi hambatan dalam peredaran darah maupun suplai oksigen ke tubuh. Ketika tubuh bekerja secara optimal, fungsi organ-organ juga menjadi lebih baik," ujarnya.

Secara teknis, Yoga Ashtanga tidak mengenal improvisasi atau penciptaan gerakan baru. Seluruh materi latihan telah tersusun dalam empat tingkatan utama yang harus dipelajari secara bertahap.

Bahkan pada tingkat dasar atau Primary Series, terdapat sekitar 84 gerakan (asana) yang harus dikuasai. Untuk menyelesaikan satu tingkatan saja, seorang praktisi bisa membutuhkan waktu latihan bertahun-tahun.

Menurut Ian, setiap level memberikan pengalaman dan manfaat yang berbeda. Semakin tinggi tingkat penguasaan seseorang, semakin besar pula ketenangan, fokus, dan kenyamanan batin yang dapat dirasakan.

Karena itu, Yoga Ashtanga tidak hanya melatih kelenturan tubuh, tetapi juga membangun disiplin, konsentrasi, serta kemampuan mengendalikan pikiran dan perasaan dalam kehidupan sehari-hari. (rmt/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#pikiran #yoga #latihan #perasaan #india