Radar Surabaya - Sepatu lari tidak disarankan digunakan setiap hari tanpa jeda. Selain pelari, sepatu lari juga membutuhkan waktu istirahat agar bantalan tetap berfungsi optimal dan tidak cepat rusak.
Penggiat lari, Coach Tedjo mengatakan penggunaan sepatu lari secara terus-menerus dapat mempercepat penurunan kualitas bantalan, khususnya pada bagian midsole yang berfungsi meredam benturan saat berlari.
“Tidak hanya pelari, sepatu juga butuh recovery. Tidak disarankan satu sepatu dipakai setiap hari,” ujarnya, Kamis (23/1).
Menurutnya, setiap kali digunakan berlari, sepatu menerima tekanan besar dari berat badan dan hentakan kaki. Jika tidak diberi waktu pemulihan, material bantalan akan sulit kembali ke bentuk semula. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengurangi kenyamanan dan meningkatkan risiko cedera pada pelari.
Coach Tedjo juga mengingatkan agar pelari tidak memaksakan target latihan. Ia menekankan bahwa olahraga lari seharusnya dilakukan untuk menjaga kesehatan, bukan justru menimbulkan masalah baru.
“Lari itu buat sehat, bukan mencari penyakit. Jangan melihat orang lain, karena target setiap orang berbeda,” katanya.
Untuk menjaga performa sepatu dan keselamatan pelari, ia menyarankan penggunaan lebih dari satu pasang sepatu yang dipakai secara bergantian. Rotasi sepatu dinilai efektif memberi waktu istirahat pada bantalan sekaligus memperpanjang usia pakai sepatu lari.
Sepatu juga dapat dibedakan sesuai kebutuhan latihan, seperti untuk lari jarak jauh, latihan ringan, atau kecepatan. Dengan penggunaan dan perawatan yang tepat, sepatu lari dapat bertahan lebih lama dan pelari bisa berolahraga dengan lebih aman serta nyaman. (rif/fir)
Editor : M Firman Syah