Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mattel Luncurkan Barbie Edisi Khusus Autisme

Nurista Purnamasari • Selasa, 13 Januari 2026 | 14:47 WIB
Barbie dengan autisme merupakan edisi khusus yang diluncurkan Mattel sebagai dukungan terhadap disabilitas.
Barbie dengan autisme merupakan edisi khusus yang diluncurkan Mattel sebagai dukungan terhadap disabilitas.

RADAR SURABAYA - Kesetaraan dan penghargaan terhadap kaum disabilitas kini banyak diserukan oleh perusahan-perusahaan global.

Terbaru yakni Mattel, perusahaan mainan global ini bekerja sama dengan Jaringan Advokasi Diri Autistik (Autistic Self Advocacy Network/ASAN) meluncurkan Barbie edisi khusus yang merepresentasikan anak dengan autisme.

Boneka ini menjadi bagian dari lini Barbie Fashionistas setelah melalui proses pengembangan selama 18 bulan.

Direktur Eksekutif ASAN, Colin Killick, menekankan pentingnya representasi bagi anak-anak autis. “Sangat penting bagi autisme muda untuk melihat gambaran diri mereka yang jujur dan menyenangkan, dan itulah boneka ini,” ujarnya, dikutip dari Today.com, Selasa (13/1).

Fitur Khusus Boneka Barbie Autisme

Boneka ini memiliki sejumlah fitur yang dirancang untuk mencerminkan perilaku dan kebutuhan anak autis.

Yang pertama yakni sendi tambahan di bagian siku dan pergelangan tangan agar tangan bisa digerakkan berulang, menggambarkan gerakan khas saat kewalahan.

Arah mata melirik ke samping, mewakili anak autis yang tidak selalu menatap mata orang lain secara langsung.

Kemudian juga perlengkapan tambahan berupa headphone merah muda untuk meredam suara, fidget spinner, serta tablet bergambar untuk membantu komunikasi non-verbal.

Pakaian longgar berbentuk gaun A-line agar kain tidak menempel pada kulit, serta sepatu sol rata untuk keseimbangan.

Representasi Keberagaman

Boneka Barbie dengan autisme bergabung dengan koleksi Fashionistas yang sebelumnya telah menghadirkan representasi keberagaman fisik, termasuk individu dengan diabetes tipe 1, gangguan penglihatan, dan down syndrome.

Mattel berharap koleksi ini dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial dengan memahami lingkungan dan pengalaman hidup yang berbeda dari mereka.

Riset dari Cardiff University menunjukkan bahwa bermain boneka dapat mengaktifkan bagian otak yang berkaitan dengan keterampilan sosial.

Aktivitas ini membantu perkembangan interaksi sosial bagi semua anak, termasuk mereka dengan ciri autisme.

Peluncuran Barbie dengan autisme oleh Mattel menjadi langkah penting dalam menghadirkan representasi inklusif di dunia mainan.

Boneka ini diharapkan tidak hanya menjadi teman bermain, tetapi juga sarana edukasi untuk meningkatkan empati dan keterampilan sosial anak-anak. (ant/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#mainan anak #autisme #disabilitas #barbie edisi khusus #mattel #barbie #boneka