Surabaya – Kulit ayam kerap menjadi bagian paling menggoda dari hidangan ayam goreng atau panggang. Teksturnya yang renyah dan rasa gurihnya membuat banyak orang sulit menolak. Namun, di balik kelezatan itu, muncul pertanyaan yang sering diperdebatkan, apakah makan kulit ayam berbahaya bagi kesehatan?
Secara alami, kulit ayam mengandung kadar lemak cukup tinggi. Dalam 100 gram kulit ayam terdapat sekitar 450 kalori dan 40 gram lemak. Menariknya, sebagian besar lemak tersebut merupakan lemak tak jenuh, yang justru bermanfaat bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Lemak tak jenuh berperan membantu menjaga keseimbangan kolesterol serta mendukung fungsi sel tubuh.
Masalah kesehatan muncul ketika kulit ayam dikonsumsi secara berlebihan atau diolah dengan cara yang tidak sehat. Proses penggorengan dalam minyak banyak dapat meningkatkan kadar lemak jenuh dan kolesterol.
Penumpukan lemak jenuh di dalam tubuh berisiko memicu penyakit jantung, obesitas, dan gangguan metabolik. Selain itu, suhu tinggi saat menggoreng bisa menghasilkan senyawa oksidatif yang berbahaya bagi kesehatan jangka panjang.
Meski demikian, bukan berarti kulit ayam harus dihindari sepenuhnya. Konsumsi dalam porsi kecil dan frekuensi terbatas masih tergolong aman, terutama bagi individu tanpa riwayat penyakit kronis. Pemilihan cara memasak juga berpengaruh besar. Mengolah kulit ayam dengan cara dipanggang atau menggunakan air fryer dapat menjadi alternatif yang lebih sehat karena mengurangi kadar minyak berlebih.
Agar asupan gizi tetap seimbang, disarankan untuk mengonsumsi kulit ayam bersama sayuran segar dan makanan tinggi serat. Bagi individu dengan riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung, sebaiknya membatasi konsumsi atau berkonsultasi dengan dokter gizi sebelum menjadikannya menu rutin.
Pada akhirnya, kulit ayam bukanlah “musuh” yang harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya terletak pada kendali porsi dan cara pengolahan. Sedikit kenikmatan dari kulit ayam yang renyah tetap dapat dinikmati, asalkan tidak berlebihan dan diimbangi gaya hidup sehat. (ara/fir)
Editor : M Firman Syah