Radar Surabaya – Sariawan sering kali muncul tanpa diduga dan menimbulkan rasa perih yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini membuat penderitanya sulit makan, berbicara, bahkan tersenyum.
Meski terlihat sepele, sariawan yang tak kunjung sembuh dapat menurunkan kenyamanan serta produktivitas, sehingga penting untuk memahami penyebab dan cara mempercepat proses penyembuhannya.
Secara medis, sariawan dikenal sebagai stomatitis aftosa luka kecil berwarna putih kekuningan dengan tepi kemerahan yang umumnya muncul di bagian dalam pipi, lidah, bibir, atau gusi. Banyak orang mulai khawatir ketika sariawan tak kunjung membaik, terutama jika rasa nyeri semakin mengganggu atau luka sering kambuh.
Dalam banyak kasus, sariawan dapat sembuh secara alami dalam waktu 7 hingga 14 hari, tergantung pada ukuran luka dan kondisi kesehatan tubuh. Untuk sariawan ringan, luka biasanya mulai mengering dan membaik dalam waktu kurang dari satu minggu tanpa pengobatan khusus. Namun, jika luka berukuran besar, jumlahnya banyak, atau sering muncul berulang, proses penyembuhannya bisa memakan waktu hingga dua minggu atau lebih.
Beberapa faktor dapat memengaruhi cepat atau lambatnya penyembuhan, seperti daya tahan tubuh, kebersihan mulut, asupan nutrisi, stres, hingga kebiasaan sehari-hari. Misalnya, sariawan akibat tergigit saat makan atau karena sikat gigi terlalu keras biasanya sembuh lebih cepat jika area mulut dijaga kebersihannya dan tidak teriritasi kembali.
Sebaliknya, sariawan yang disebabkan oleh kekurangan vitamin, stres berat, atau penyakit tertentu seperti infeksi virus dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih sepenuhnya. Untuk mempercepat pemulihan, terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan di rumah.
1. Menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari dan menggunakan obat kumur antiseptik tanpa alkohol.
2. Menghindari makanan pedas, asam, atau terlalu panas yang bisa memperparah iritasi.
3. Mengonsumsi makanan kaya vitamin C, B12 dan zat besi untuk membantu regenerasi jaringan mulut.
4. Memastikan tubuh cukup cairan agar mulut tidak kering.
5. Menggunakan gel atau salep khusus sariawan sesuai petunjuk dokter atau kemasan.
6. Mengelola stres serta beristirahat cukup untuk menjaga daya tahan tubuh.
7. Mengompres area luka dengan es batu kecil guna meredakan nyeri sementara.
Jika sariawan tidak kunjung sembuh lebih dari dua minggu, disertai demam, pembengkakan kelenjar, atau kesulitan menelan, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan lain yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut. (dta/fir)
Editor : M Firman Syah