RADAR SURABAYA - Cacar air atau varisela adalah penyakit menular yang umum terjadi, terutama pada anak-anak. Salah satu mitos yang masih banyak dipercaya masyarakat adalah larangan mandi selama menderita cacar air.
Alasannya? Takut luka makin parah atau virus menyebar. Tapi, benarkah mandi saat cacar air justru berbahaya?.
Apakah larangan tersebut didukung oleh fakta medis atau hanya mitos turun-temurun, inilah faktanya.
Mandi Saat Cacar Air: Mitos atau Fakta?
Fakta Medis: Mandi Justru Dianjurkan
Menurut para ahli kesehatan, mandi saat menderita cacar air tidak hanya diperbolehkan, tapi justru dianjurkan.
Alasannya:
• Membantu menjaga kebersihan kulit dan mencegah infeksi sekunder
• Mengurangi rasa gatal dan ketidaknyamanan
• Menenangkan kulit yang meradang, terutama jika menggunakan air hangat dan sabun lembut2
Mitos yang Beredar
Beberapa mitos yang masih dipercaya:
• Mandi akan membuat ruam menyebar lebih luas
• Air akan memperparah luka cacar
• Pasien harus “kering total” selama sakit
Padahal, virus cacar air menyebar melalui droplet dan kontak langsung dengan cairan lenting, bukan karena air mandi.
Tips Aman Mandi Saat Cacar Air
1. Gunakan air hangat, bukan panas - Air hangat membantu meredakan gatal tanpa membuat kulit iritasi.
2. Pilih sabun lembut dan bebas pewangi - Hindari sabun keras yang bisa memperparah iritasi kulit.
3. Jangan menggosok kulit - Gunakan tangan atau kain lembut, dan tepuk-tepuk kulit saat mengeringkan.
4. Gunakan oatmeal atau antiseptik alami (jika disarankan dokter) - Oatmeal bisa ditambahkan ke air mandi untuk menenangkan kulit.
Larangan mandi saat menderita cacar air adalah mitos yang tidak didukung oleh fakta medis.
Justru, mandi dengan cara yang tepat dapat membantu mempercepat pemulihan dan mencegah infeksi sekunder.
Yang penting adalah menjaga kebersihan, kelembutan, dan kehati-hatian saat merawat kulit yang sensitif. Jadi, jangan ragu untuk mandi, asal dilakukan dengan benar!. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari