RADAR SURABAYA - Matcha adalah salah satu jenis teh hijau yang telah menjadi bagian penting dari budaya Jepang dan kini populer di seluruh dunia.
Dengan warna hijau cerah dan rasa khas, matcha tidak hanya digunakan dalam upacara minum teh tradisional, tetapi juga dalam berbagai makanan dan minuman modern.
Bahkan, matcha menjadi salah satu varian minuman terfavorit yang juga dikembangkan menjadi berbagai olahan kuliner modern.
Sejarah matcha berakar dari tradisi kuno yang berkembang selama berabad-abad, menjadikannya simbol keharmonisan dan ketenangan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas asal usul, sejarah, dan perkembangan matcha dari masa lalu hingga era modern.
Asal Usul dan Sejarah Matcha
1. Berasal dari China
Meskipun matcha kini lebih dikenal sebagai bagian dari budaya Jepang, sejarahnya sebenarnya bermula di China. Pada abad ke-8, biksu Buddha dari Jepang yang belajar di China menemukan bahwa teh hijau bubuk memiliki manfaat bagi meditasi mereka.
Baca Juga: Sering Memakainya, Tapi Sudah Tahu Belum Sejarah dan Asal Usul Minyak Kayu Putih?
2. Dibawa ke Jepang oleh Biksu Zen
Pada abad ke-12, seorang biksu Zen bernama Eisai membawa teh bubuk ke Jepang dan memperkenalkannya sebagai bagian dari praktik meditasi. Teh ini kemudian berkembang menjadi bagian dari upacara minum teh Jepang yang dikenal sebagai chado atau chanoyu.
3. Perkembangan di Jepang
Seiring waktu, metode budidaya dan pengolahan matcha semakin berkembang. Daun teh mulai ditanam di tempat teduh untuk meningkatkan kandungan klorofilnya, memberikan warna hijau cerah dan rasa yang lebih kaya.
4. Upacara Minum Teh
Upacara minum teh Jepang menjadi bagian penting dari budaya Jepang, menggabungkan prinsip harmoni, rasa hormat, kemurnian, dan ketenangan. Matcha ceremonial grade digunakan dalam upacara ini karena kualitasnya yang tinggi.
Baca Juga: 6 Manfaat Rebung yang Tak Banyak Diketahui
Perkembangan Matcha di Era Modern
1. Popularitas Global
Dalam beberapa dekade terakhir, matcha telah menjadi tren global, terutama di kalangan anak muda. Matcha tidak hanya dikonsumsi sebagai teh, tetapi juga digunakan dalam berbagai makanan dan minuman seperti latte, es krim, dan kue.
2. Kategori Matcha
Matcha dikategorikan dalam beberapa tingkatan berdasarkan kualitasnya:
- Ceremonial Grade, yakni ualitas tertinggi, digunakan dalam upacara minum teh.
- Premium Grade, yakni cocok untuk konsumsi sehari-hari.
- Culinary Grade, digunakan dalam masakan dan minuman.
3. Manfaat Kesehatan
Matcha kaya akan antioksidan, meningkatkan metabolisme, dan membantu meningkatkan fokus serta ketenangan. Kandungan L-theanine dalam matcha memberikan efek relaksasi tanpa menyebabkan kantuk.
4. Inovasi dalam Kuliner dan Kecantikan
Matcha kini digunakan dalam berbagai produk kecantikan karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Selain itu, inovasi dalam kuliner terus berkembang dengan berbagai kreasi berbasis matcha.
Matcha memiliki sejarah panjang yang berawal dari China sebelum berkembang menjadi bagian penting dari budaya Jepang.
Dari upacara minum teh hingga tren kuliner modern, matcha terus mengalami evolusi dan semakin populer di seluruh dunia.
Dengan manfaat kesehatan yang luar biasa dan fleksibilitas penggunaannya, matcha tetap menjadi salah satu bahan paling dicari dalam berbagai industri. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari