RADAR SURABAYA - Untuk mengenalkan rempah-rempah atau bumbu masakan nusantara bagi generasi z, ada permainan yang mengadopsi seperti permainan monopoli. Permainan ini bernama Amborasa.
Cara mainnya pun juga hampir sama dengan monopoli. Ada uang-uangan juga untuk membeli bahan-bahan makanan. Mainan bisa dimainkan dua sampai empat orang.
Menurut pembuat Amborasa, Fiorella Chelsea, di zaman modern, banyak anak muda yang tidak bisa memasak.
Ketika memasak pun, menggunakan bumbu yang instan. Sehingga banyak yang tak mengenal nama-nama bumbu masakan nusantara ini.
Tak hanya itu dalam permainan ini juga ada teknik pengelolaannya.
"Generasi zaman sekarang jarang masak kalaupun masak bumbu instan. Harusnya sudah bisa menguasai masak. Sehingga saya terpikir untuk membuat media dengan basic memasak," ujar Fiorella, Rabu (4/9).
Untuk cara bermainnya masing-masing pemain nanti bisa berdiskusi buat memilih kartu karakter buat jadi challenge. M
akanan yang disukai dapat plus poin. Kalau tidak disukai dapat minus poin, cara dapat resepnya satu-satu.
"Di setiap resep ada bahan yang dikumpulkan dan harus dibeli. Kita harus nawar seperti lelang," terangnya.
Dalam permainan ini juga ada menang dan kalah. Mereka harus melengkapi bahan, kalau terkumpul semua sesuai makanan bisa menang.
"Mainnya ini tiga putaran. Setiap putaran mengambil satu resep. Dan jika terkumpul semua sesuai resep makanan bisa menang," ujar mahasiswa Petra Christian University (PCU) Surabaya ini.
Untuk uang uangan yang disediakan dalam setiap pembelian ada nominal mulai Rp 500, Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000 dan Rp 20.000. "Memilih nominal pecahan Rp 500- Rp 20 ribu karena menyesuaikan dengan harga rata-rata di pasaran," imbuhnya.
Miniatur replika rempah yang ia buat sendiri dengan menggunakan clay.
Tujuannya untuk membantu pengguna mengenali wujud rempah sesungguhnya walaupun tidak memegang objek aslinya.
Terdapat pula kartu resep dan papan dapur berisi teknik pengolahan rempah dari resep masakan nusantara. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari