RADAR SURABAYA - Buang air kecil atau kencing adalah salah satu jenis aktivitas alamiah manusia yang terjadi setiap hari.
Seberapa banyak seseorang bisa buang air kecil dalam sehari bergantung pada kondisi lingkungan serta keadaan tubuh orang tersebut.
Terkadang, ada beberapa orang yang menahan buang air kecil karena mereka sedang berada dalam situasi tertentu.
Namun jika hal itu terjadi secara berulang, atau sudah menjadi kebiasaan justru akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
Berikut beberapa bahaya menahan buang air kecil.
1. Memicu terbentuknya batu kandung kemih
Terlalu sering menahan buang air kecil dapat menyebabkan penumpukan endapan mineral dalam saluran kandung kemih.
Penumpukan ini jika terjadi terus-menerus akan menjadi banyak dan kemudian batu kandung kemih pun terbentuk.
Proses pembuangan urin akan terganggu jika sudah ada batu kandung kemih.
Buang air akan terasa nyeri dan sakit, bahkan bisa pula mengeluarkan darah.
2. Muncul batu ginjal
Batu ginjal berbeda dengan batu kandung kemih.
Ketika menahan kencing terlalu sering, maka kandungan dalam urin seperti garam, kalsium, akan mengeras menjadi kristal.
Jika terus-menerus terjadi, kristal ini akan membesar dan berubah menjadi batu.
Batu-batu ini menyebabkan kerusakan pada ginjal dan butuh perawatan yang tidak murah.
Batu ginjal membuat buang air menjadi perih dan terganggu.
Jika ukuran batu ginjal besar, maka saluran kemih akan mengalami iritasi.
3. Infeksi saluran kemih
Infeksi saluran kemih atau ISK adalah infeksi yang terjadi pada saluran kemih dalam tubuh.
Ketika menahan buang air kecil, maka bakteri yang ada dalam cairan kencing tersebut akan lebih mudah untuk berkembang biak.
Akibatnya, saluran kemih pun terinfeksi dan menyebabkan rasa nyeri saat buang air.
Infeksi saluran kemih memang sudah umum terjadi, namun bisa berbahaya jika dibiarkan dan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius di masa depan.
4. Hidronefrosis
Dikenal juga dengan istilah pembengkakan ginjal, adalah suatu penyakit yang terjadi karena adanya penumpukan urin.
Urine yang menumpuk ini tidak dapat mengalir ke kandung kemih sehingga ginjal membengkak.
Biasanya, hidronefrosis baru terasa ketika pembengkakan ginjal sudah parah sehingga seringkali telat disadari.
Ketika terjadi hidronefrosis, maka frekuensi buang air menjadi lebih sedikit, terasa nyeri dan keluar darah, saat kencing, demam, serta rasa nyeri pada beberapa bagian tubuh. Selain itu, kencing juga menjadi semakin sulit untuk ditahan.
Jika diteruskan, maka fungsi ginjal akan terganggu dan ginjal tidak dapat berfungsi normal.
5. Inkontinensia urine
Inkontinensia urine adalah keadaan di mana seseorang tidak dapat mengendalikan kandung kemih di dalamnya hingga urine dapat keluar dengan sendirinya tanpa bisa lagi ditahan.
Bahkan dengan sekedar bersin atau batuk pun, cairan urine dapat keluar.
Hal ini terjadi karena otot di dinding kandung kemih terlalu banyak mengalami aktivitas. Inkontinensia urine umum terjadi secara alami, terutama kepada lansia.
Namun demikian jika terjadi pada orang normal, maka bisa mengarah ke komplikasi lain seperti masalah kulit, infeksi saluran kemih, hingga prolapse pada perempuan.
Untuk itu kebiasaan menahan buang air kecil memang sebaiknya dihentikan untuk menghindari masalah kesehatan yang dapat menyerang di masa depan.
Segera pergi ke toilet begitu merasa ingin buang air dan hanya menahan kencing jika di saat-saat yang sungguh darurat saja.
Jika harus ke toilet umum, jangan lupa membawa tisu basah, sabun atau tisu kering. (hel/nug)
Editor : Jay Wijayanto