Oleh karena itu, para perempuan dianjurkan untuk menguasai salah satu ilmu bela diri untuk membentengi diri dari tindakan para pelaku kejahatan. Salah satu ilmu bela diri yang banyak digemari kaum hawa saat ini adalah Muay Thai. Olahraga khas Thailand tersebut menjadi pilihan selain untuk membela diri, juga untuk olahraga.
Program dasar dalam membangun fisik dan seni bela diri pun dipersiapkan Rumble Training Camp (RTC) Surabaya. Jeffri Oktavian selaku founder RTC tak menampik bila wanita kerap menjadi objek kriminalitas di jalanan.
"Membangun manusia secara fisik dan mental melalui bela diri, adalah slogan training camp ini," kata Jeffri Oktavian di Surabaya, Kamis (16/12/2021).
Menurut dia, dengan bekal bela diri yang dimiliki otomatis bisa membuat seseorang, khususnya para perempuan untuk lebih berani dan bisa 'menepis' segala upaya atau aksi kejahatan. Utamanya, bagi wanita yang tinggal di kawasan atau daerah rawan kriminalitas.
Jeffri Oktavian menyarankan untuk mencoba semua ilmu bela diri yang ada di Indonesia maupun luar negeri. Salah satu bela diri yang cocok dan sesuai bagi para puan adalah Muay Thai.
Jeffri juga menyatakan, segala gerakan dan cara yang digunakan dalam Muay Thai dirasa sesuai dengan fungsi self defense. Sebab, semua gerakan pukulan, tendangan maupun kecepatan reflek gerak aksi dan reaksi menjadi yang utama.
Selain tekniknya, muaythai dan ragam beladiri apa pun juga membangun mental dan intuisi praktisinya. Jadi, ada unsur pencegahan juga sebelum tindak kekerasan itu terjadi.
Kendati begitu, jeffri mengungkapkan untuk mempraktikkan seni bela diri asal Thailand tersebut tak bisa secara instan. Perlu durasi latihan, pengalaman, dan pemahaman yang matang sebelum seseorang tersebut menguasainya. "Semua perlu proses. Nikmati olahraganya, dapatkan ilmu beladiri nya," tutup Jeffri. (sam/rek) Editor : Lambertus Hurek