Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim ke Riau, Komitmen Transaksi Tembus Rp1,06 Triliun

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 8 Juli 2026 | 20:32 WIB
Khofifah Bawa Misi Dagang Jatim–Riau Tembus Rp1,06 Triliun, Naik Tiga Kali Lipat dari 2020
Khofifah Bawa Misi Dagang Jatim–Riau Tembus Rp1,06 Triliun, Naik Tiga Kali Lipat dari 2020

RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Riau yang berlangsung di Ballroom Hotel Novotel Pekanbaru, Rabu (8/7,).

Kegiatan tersebut mencatat komitmen transaksi sebesar Rp1.066.031.400.000 atau Rp1,06 triliun.

Capaian tersebut melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan misi dagang serupa pada 5 Maret 2020 yang membukukan transaksi Rp362,12 miliar.

Peningkatan itu menunjukkan semakin eratnya kerja sama ekonomi antara Jawa Timur dan Riau, sekaligus memperkuat rantai pasok antardaerah.

Baca Juga: Manufacturing Surabaya 2026 Siap Ubah Timur Indonesia Jadi Pusat Industri Baru

Khofifah mengatakan, Misi Dagang Jawa Timur–Riau merupakan misi dagang kelima yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepanjang 2026.

Menurutnya, forum ini menjadi strategi untuk mempertemukan pelaku usaha, memperluas jaringan bisnis, serta membuka peluang investasi baru.

"Yang selalu kami bangun adalah penguatan kemitraan antarprovinsi. Karena itu kami terus membawa semangat tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama, dan sejahtera bersama," ujar Khofifah.

Ia menegaskan, misi dagang bukan sekadar mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi menjadi instrumen memperkuat integrasi ekonomi nasional melalui perdagangan antardaerah yang saling menguntungkan.

Dari total komitmen transaksi Rp1,06 triliun, penjualan produk Jawa Timur mencapai Rp704,88 miliar, sedangkan pembelian komoditas dari Provinsi Riau sebesar Rp361,15 miliar.

Produk unggulan Jawa Timur yang dipasarkan meliputi olahan daging unggas dan sapi, susu, beras, cabai, bawang merah, bawang putih, rokok, pupuk,

pakan ikan dan udang, benur, bibit sapi Madura, kopi green bean, fillet dori, bahan baku baja, sambal, bumbu dapur, mesin vacuum frying, hingga sarden kaleng.

Baca Juga: Epson Bidik Industri Tekstil, Luncurkan Printer Berkecepatan Tinggi di Surabaya Printing Expo 2026

Sementara itu, Jawa Timur memperoleh pasokan komoditas strategis dari Riau, seperti udang vaname, arang tempurung kelapa, kelapa jambul, pulp, serta sirip teripang kering.

Khofifah mengakui Jawa Timur masih mengalami defisit perdagangan dengan Riau karena tingginya kebutuhan industri terhadap pulp yang hampir seluruhnya dipasok dari provinsi tersebut.

Namun, kondisi itu dinilai menjadi peluang untuk memperluas perdagangan dua arah secara lebih seimbang.

"Kondisi ini menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi Jawa Timur dan Riau sekaligus besarnya ruang untuk memperluas perdagangan dua arah secara lebih beragam dan seimbang," katanya.

Transaksi Terbesar Capai Rp202 Miliar

Transaksi terbesar dalam misi dagang ini dilakukan PT Kharim Mandiri Indonesia, Kota Kediri, dengan PT Unggas Riau Perkasa,

Kabupaten Kampar, senilai Rp202,196 miliar per tahun untuk komoditas olahan daging unggas, olahan daging sapi, susu, DOC, dan domba.

Posisi berikutnya ditempati PT Ayo Tani, Kabupaten Kediri, dengan PT Riau Multi Trade, Pekanbaru, senilai Rp108,5 miliar per tahun. Perusahaan tersebut juga mencatat transaksi sebesar Rp101,4 miliar dengan PT Riau Pangan Bertuah.

Selain itu, PT Suri Tani Pemuka, Kabupaten Sidoarjo, membukukan transaksi Rp71,11 miliar berupa penjualan pakan ikan, pakan udang, dan benur kepada PT Anagi Mandiri Sejahtera, Kabupaten Kampar.

Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memaparkan kinerja ekonomi Jawa Timur yang terus menunjukkan tren positif.

Pada Triwulan I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Jawa Timur juga menjadi kontributor terbesar kedua perekonomian Pulau Jawa dengan kontribusi 25,16 persen, serta menyumbang 14,40 persen terhadap perekonomian nasional.

Di sektor perdagangan, Jawa Timur membukukan surplus neraca perdagangan sebesar Rp210,1 triliun sepanjang 2025. Surplus tersebut berlanjut pada Triwulan I 2026 yang mencapai Rp54,25 triliun.

Baca Juga: Skuad Persebaya Sudah Terbentuk, Bajul Ijo Siap Mengguncang Super League 2026/2027

Menurut Khofifah, hasil misi dagang tidak boleh berhenti pada penandatanganan komitmen transaksi, melainkan harus diwujudkan menjadi kerja sama bisnis yang berkelanjutan.

Secara kumulatif, sejak 2019 hingga 2026 Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan 52 misi dagang dalam negeri

dengan total komitmen transaksi mencapai Rp40,21 triliun melalui 2.250 transaksi yang melibatkan 2.602 pelaku usaha.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi menyatakan Misi Dagang Jawa Timur–Riau menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan ekonomi kedua daerah.

 Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya meningkatkan nilai perdagangan, tetapi juga membuka peluang investasi baru dan memperluas kemitraan usaha yang berkelanjutan.(imt)

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Gubernur Khofifah Indar Parawansa #misi dagang