Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gubernur Khofifah Lepas Ekspor 405 Ton Ikan Kaleng dari Banyuwangi, Tembus Pasar Afrika hingga Timur Tengah

Lainin Nadziroh • Senin, 6 Juli 2026 | 09:41 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor 405 ton produk ikan kaleng produksi PT Pacific Harvest Indonesia di Banyuwangi, Minggu (6/7).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor 405 ton produk ikan kaleng produksi PT Pacific Harvest Indonesia di Banyuwangi, Minggu (6/7).

RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor 405 ton produk ikan kaleng produksi PT Pacific Harvest Indonesia di Banyuwangi, Minggu (6/7).

 Produk berupa sarden, makarel, dan tuna tersebut dikirim ke sejumlah negara sebagai bukti meningkatnya daya saing industri pengolahan perikanan Jawa Timur di pasar internasional.

Ekspor tersebut juga menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan pasar global terhadap produk perikanan olahan asal Jawa Timur tetap terjaga.

Di sisi lain, kegiatan ini memperkuat program hilirisasi industri yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

Prosesi pelepasan ekspor ditandai dengan pemecahan kendi sebagai simbol pemberangkatan 15 full container load (FCL) yang masing-masing bermuatan sekitar 27 ton.

Baca Juga: Neymar Resmi Pensiun dari Timnas Brasil Usai Tersingkir di Piala Dunia 2026

Dari total 15 kontainer, enam dikirim ke Tanzania, dua ke Uni Emirat Arab (UAE), satu ke Albania, tiga ke Pelabuhan Dar es Salaam, Tanzania, masing-masing satu kontainer ke Beirut, Lebanon, dan Sihanoukville, Kamboja.

Sementara dua kontainer lainnya dikirim sesuai tujuan ekspor perusahaan.

Khofifah mengatakan, situasi geopolitik dunia justru mendorong meningkatnya permintaan terhadap produk pangan siap saji, termasuk ikan kaleng.

 Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi industri pengolahan hasil perikanan Indonesia untuk memperluas pasar ekspor.

"Ternyata ketika berbagai negara mengalami konflik, kebutuhan ikan siap saji semakin tinggi. Tantangan itu justru menjadi peluang besar bagi Pacific Harvest Indonesia," ujar Khofifah.

Ia berharap ekspor produk perikanan Jawa Timur terus meningkat, baik dari sisi volume maupun jangkauan pasar, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Banyuwangi.

"Kita berharap pasar ekspornya semakin luas, volumenya semakin besar, industrinya terus bertumbuh, dan manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat Banyuwangi," katanya.

Baca Juga: Dibawah Supervisi Danantara, BRI Setorkan Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah Perseroan

Hilirisasi Industri Perikanan Semakin Kuat

Pelepasan ekspor dilakukan setelah peresmian PT Sunrise Masami International, perusahaan yang bergerak di bidang industri kemasan kaleng.

Menurut Khofifah, kehadiran industri tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi sektor perikanan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Selama ini, kebutuhan kaleng untuk industri pengolahan makanan masih banyak dipenuhi dari luar negeri.

Dengan beroperasinya pabrik di Banyuwangi, kebutuhan tersebut diharapkan dapat dipenuhi dari dalam negeri.

"Sekarang industri substitusi impor itu mulai beroperasi. Ini menjadi harapan baru karena setiap investasi pasti mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja," tuturnya.

Khofifah optimistis keberadaan industri kemasan kaleng di Banyuwangi akan memperbesar peluang ekspor sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Ia juga menegaskan pentingnya penerapan konsep nilai tambah melalui proses petik, olah, kemas, dan jual agar hasil perikanan

tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga sebagai produk bernilai ekonomi tinggi.

Menurutnya, semakin banyak kebutuhan industri yang dapat dipenuhi dari dalam negeri, semakin kuat pula daya saing industri nasional dan semakin besar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.(nin) 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#ikan kaleng #Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa #Ekspor Jatim