RADAR SURABAYA - Meskipun dibayangi kenaikan harga bahan bangunan dan menurunya daya beli masyarakat akibat pelambatan laju ekonomi, namun developer tetap optimis untuk mengejar penjualannya.
Salah satu yang menjadi pendorong adalah kebijakan PPN-DTP oleh pemerintah sehingga banyak kalangan muda membeli properti.
Baca Juga: Jelang Libur Lebaran, Senior Home Surabaya Ramai Lansia Menginap
Kent Hilman, Marketing Head of Abdael Nusa Group menjelaskan, hingga saat ini kondisi market properti masih bagus.
Bahkan dibanding tahun lalu periode tiga bulan pertama, tahun ini masih lebih baik.
Hal ini karena program PPN-DTP sudah diumumkan sejak awal tahun.
“Apalagi waktunya juga langsung satu tahun sehingga lebih memberi kepastian pada konsumen. Banyak yang tertarik terutama dari kalangan anak-anak muda. Berbeda dengan tahun lalu yang dibatasi sampai Juni dan disambung lagi hingga Desember,” ujar Kent Hilman, Senin (16/3).
Karena itu developer lebih semangat memasarkan produknya. Bahkan menyediakan banyak rumah ready stock.
Hal ini semakin menarik bagi konsumen khususnya gen-Z dan milenial (Zilennial) untuk membeli properti sesuai budget dan kebutuhanya.
Baca Juga: Ramadan Penuh Berkah, Pelindo Sub Regional Jawa Salurkan Bantuan Rp 1,75 Miliar untuk Masyarakat
“Saat ini yang paling banyak dicari konsumen yang harganya Rp 1-2 miliar. Buat generasi muda, cicilanya masih mampu dengan tenor KPR yang Panjang dan bunga KPR sangat murah. Setiap hari cukup banyak yang datang dan melihat-lihat rumah contoh,” tambahnya.
Dia menggambarkan, di HarvestLink di Surabaya Barat, pihaknya menyediakan 8 unit rumah ready stock berbagai tipe mulai lebar 5,6 dan 7 meter.
Saat ini hanya tersisa satu unit saja. Sebab itu, pihaknya akan merilis lagi tipe baru, Tesa. Rumah satu lantai ini dengan dua kamar tidur ini dipasarkan dengan harga Rp 990 jutaan.
“Saat ini rumah ready sudah mau habis. Karena itu, kami membuka rumah indent. Demandnya masih ada. Sekarang waktu yang tepat untuk membeli rumah. Karena harga pasti akan naik lagi seiring dengan kenaikan harga bahan bangunan akibat geo-politik yang makin panas,” ujar Kent.
Baca Juga: Kemenhaj Sambut Fatwa Muhammadiyah soal Penyembelihan Dam Boleh Dipindah ke Indonesia
Hartono Chan, Marketing Manager Amesta Living di Surabaya Timur menambakan, program PPN DTP sangat membantu mendongkrak penjualan.
Terbukti, sebanyak 16 unit rumah ready stock dengan harga mulai Rp 1,3 miliar, sekarang hanya sisa tiga unit saja.
Hal ini karena didorong adanya Free PPN dan serahterima bisa lebih cepat.
Apalagi, mayoritas pembeli sekarang adalah generasi mudah dengan rentang usia 25-35 tahun yang merupakan pembeli end user. Mereka ingin segera menempati rumah secepatnya.
“Program PPN-DTP sangat efektif membantu penjualan kami. Apalagi ini diumumkan sejak awal tahun sehingga kami lebih muda mengatur strategi. Dukungan perbankan juga sangat membantu. Sebab sekitar 90 persen pembeli disini memanfaatkan KPR,” ujar Hartono.
Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, pihaknya akan menambah lagi rumah ready stock sebanyak 20 unit lagi di cluster Neyra.
Baca Juga: Hobi Mengamati Burung Ternyata Bisa Meningkatkan Ketajaman Otak
Selain itu, pihaknya akan merilis rumah dan tempat usaha. Rumah dua lantai ini dipasarkan dengan harga Rp 1,5 miliar.
“Tahap satu akan kami kembangkan 9 unit dulu dari total 20 unit. Kami optimis akan disambut baik konsumen terutama yang mau usaha online. Karena lokasinya strategis di jalan Boulevard,” tutup Hartono. (fix)
Editor : Nofilawati Anisa