Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Indeks Bisnis UMKM BRI Q3-2025 Ekspansi Berlanjut, Optimisme Pelaku Usaha Semakin Meningkat

Muhammad Firman Syah • Rabu, 3 Desember 2025 | 15:34 WIB
Photo
Photo

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI merilis Indeks Bisnis UMKM untuk Q3-2025 berikut proyeksi Q4-2025. Survei menunjukkan aktivitas UMKM masih berada di fase ekspansi dengan nilai indeks 101,9. Pada saat yang sama, tingkat optimisme pelaku usaha meningkat, tercermin dari kenaikan Indeks Ekspektasi Bisnis menjadi 120,7 dari sebelumnya 116,5.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan ekspansi UMKM ditopang sejumlah faktor yang saling menguatkan. “Harga barang input yang relatif stabil dan mudah didapat, serta kondisi cuaca yang kondusif mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian dan hasil tangkapan ikan nelayan,” ujarnya.

Sejumlah komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan juga mengalami kenaikan harga jual, mendorong perbaikan omzet. Efek musiman dari proyek pemerintah dan swasta menjelang akhir tahun turut memperkuat sektor konstruksi. Normalisasi aktivitas masyarakat usai momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta libur sekolah ikut mendongkrak kinerja UMKM yang beroperasi di lingkungan kerja dan sekolah.

Mengacu temuan survei, pelaku UMKM memandang prospek usaha pada Q4-2025 akan lebih baik. Peningkatan Indeks Ekspektasi Bisnis menjadi 120,7 mengindikasikan keyakinan yang lebih kuat terhadap peluang pertumbuhan pada bulan-bulan mendatang.

Di sisi lain, rentabilitas usaha menunjukkan tekanan. Penurunan omzet, kenaikan harga barang input di industri pengolahan, serta tingginya harga barang dagangan di sektor perdagangan menekan volume penjualan dan margin laba. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi kemampuan pelaku UMKM dalam memenuhi kewajiban angsuran.

Meski rentabilitas menurun, sinyal positif masih terlihat dari aktivitas investasi. “Sementara itu, kegiatan investasi masih meningkat sejalan dengan ekspektasi kegiatan usaha yang akan membaik ke depan. Menyongsong Q4-2025 indeks ekspektasi semua komponen menguat karena kemungkinan adanya peningkatan permintaan pada perayaan Nataru, belanja pemerintah yang makin pesat pada akhir tahun, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap baik,” ucap Akhmad.

Secara sektoral, sebagian besar lini UMKM masih berada di zona ekspansif. Sektor konstruksi mencatat kinerja paling kuat (112,0), didorong maraknya proyek pemerintah dan swasta. Sektor pertanian juga mengalami akselerasi berkat harga input yang lebih terjangkau serta musim kemarau basah yang mendukung produktivitas tanaman padi dan hortikultura. Kenaikan harga jual produk turut menambah dorongan pada omzet.

Sektor pertambangan turut mencatat ekspansi seiring meningkatnya permintaan pasir, batu, dan galian tanah dari konstruksi. Namun lajunya melambat akibat tingginya curah hujan di beberapa wilayah serta pembatasan penambangan oleh sejumlah pemerintah daerah.

Sebaliknya, beberapa sektor seperti industri pengolahan, hotel dan restoran, perdagangan, serta pengangkutan mengalami perlambatan atau kontraksi. Normalisasi permintaan pasca-HBKN, kenaikan biaya input, daya beli yang tertahan, serta kompetisi usaha yang meningkat menjadi faktor pembeban. Sektor jasa masih mencatat ekspansi seiring pulihnya aktivitas pekerja dan pelajar.

Pada Q3-2025, Indeks Sentimen Pebisnis UMKM tercatat di 111,9, menandakan penilaian positif lebih dominan. Ekspektasi pelaku UMKM untuk Q4-2025 turut menguat menjadi 134,8 dari sebelumnya 133,3, didorong peningkatan keyakinan atas prospek usaha sektor, usaha masing-masing responden, dan perekonomian nasional.

Kondisi bisnis yang tetap ekspansif serta proyeksi ekonomi yang membaik membuat pelaku UMKM memberikan penilaian tinggi terhadap kinerja pemerintah. Hal itu tergambar pada Indeks Kepuasan Pemerintah (IKP) yang bertahan di level tinggi, yakni 121,1.

Survei Kegiatan Usaha dan Sentimen Bisnis UMKM BRI dilaksanakan BRI Research Institute pada 21 September–4 Oktober 2025, melibatkan 7.064 responden yang merupakan debitur UMKM BRI dari berbagai sektor ekonomi di 33 provinsi. Sampel ditarik dengan metode stratified systematic random sampling untuk memastikan representasi sektor, wilayah, dan skala usaha.

Nilai indeks di atas 100 menandakan persepsi positif lebih dominan, sedangkan nilai di bawah 100 menunjukkan persepsi negatif lebih banyak.

Editor : M Firman Syah
#BRI #laporan kinerja #bisnis #umkm #BBRI