Radar Surabaya – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kondisi ekonomi global tidak seburuk yang dikhawatirkan banyak pihak. Pernyataan ini disampaikan di tengah kekhawatiran akan dampak perang dagang dan ketegangan geopolitik yang membayangi perekonomian global.
Menurut Purbaya, ketahanan ekonomi Indonesia tercermin dari kinerja neraca perdagangan nasional yang terus mencatatkan surplus selama lima tahun terakhir. Hingga Agustus 2025, akumulasi surplus perdagangan mencapai 29 miliar US dollar atau tumbuh sebesar 52,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Jadi ekonomi global tidak bisa kita pikirkan bahwa ekonomi akan mengalami penurunan dan tidak seburuk yang kita bayangkan sebelumnya karena, pertumbuhannya amat signifikan 52,6 persen," ujarnya.
Purbaya menekankan pentingnya menghindari kekhawatiran berlebihan terhadap situasi global yang belum tentu berdampak langsung pada perekonomian nasional. Menurutnya, sikap pesimistis justru bisa menghambat langkah strategis dalam menjaga daya saing dan momentum pertumbuhan.
"Data ini menunjukkan Indonesia cukup tangguh. Kita tidak boleh terjebak dan putus asa atau berpikir secara berlebihan tentang apapun yang belum terjadi. Hal ini surplus perdagangan yang konsisten ini adalah bukti nyata daya saing kita masih terjaga,” imbuhnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat untuk tetap optimistis dalam menghadapi dinamika ekonomi dunia. Menurutnya, peluang Indonesia untuk tetap tumbuh masih terbuka lebar meskipun terdapat gejolak sementara. (acl/mel/fir)
Editor : M Firman Syah