Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Surabaya Melonjak, Cabai Tembus Rp 100 Ribu

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 22 Maret 2025 | 00:27 WIB

 

Memasuki minggu kedua jelang lebaran berbagai harga komoditas kebutuhan pokok melonjak.
Memasuki minggu kedua jelang lebaran berbagai harga komoditas kebutuhan pokok melonjak.

RADAR SURABAYA - Jelang lebaran Idul Fitri 2025 yang kurang sepekan ini lonjakan harga sejumlah komoditas bahan pokok terjadi di pasar tradisional yang ada di kota Surabaya.

Kenaikan harga yang cukup signifikan, khususnya pada cabai, bawang merah dan putih, serta berbagai jenis sayuran, telah membebani para pedagang dan konsumen.

Di Pasar Dukuh Kupang, Surabaya, harga cabai kecil telah menembus angka Rp 100 ribu per kilogram, melonjak drastis dari harga normal Rp 60 ribu per kilogram. 

Kenaikan serupa juga terjadi pada cabai besar, yang kini dibanderol Rp 50 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram. 

Bawang merah juga mengalami kenaikan yang cukup tajam, dari Rp 35 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram, sementara bawang putih naik dari Rp 35 ribu menjadi Rp 45 ribu per kilogram. 

Tidak hanya bumbu dapur, sayuran pun ikut terimbas dengan kenaikan harga rata-rata Rp 2 ribu per kilogram.

"Memang harga-harga kebutuhan pokok naik menjelang Lebaran.  Ini sudah terjadi sejak awal puasa dan diperkirakan akan terus merangkak naik hingga hari raya nanti," ungkap salah satu pedagang sayur dan bumbu dapur Pasar Dukuh Kupang Surabaya, Kholifah, Jumat (21/3).

Dia juga menambahkan, kenaikan harga ini sangat memberatkan para pedagang, karena mereka juga harus memikirkan keuntungan yang minim.

"Kami juga kesulitan mendapatkan pasokan barang dengan harga yang stabil," tuturnya. 

Para pembeli pun merasakan dampak dari kenaikan harga ini. Salah satu pembeli di Pasar Dukuh Kupang, Susi mengaku harus mengurangi jumlah belanjaannya karena harga yang semakin mahal.  

"Ya mau bagaimana lagi, terpaksa mengurangi jumlah belanjaan. Harga-harga naik semua, jadi harus pintar-pintar mengatur keuangan," ujar Susi.

Kenaikan harga bahan pokok ini diyakini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah cuaca buruk yang melanda beberapa daerah penghasil komoditas tersebut.

Curah hujan yang tinggi mengakibatkan gagal panen dan berkurangnya pasokan di pasaran.

Faktor lain yang juga berpengaruh adalah meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.

Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perdagangan akan terus memantau perkembangan harga-harga bahan pokok dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengendalikan inflasi. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#bahan pokok #surabaya #pasar tradisional #idul fitri #lebaran