RADAR SURABAYA – Momen kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 rupanya tidak berdampak pada meningkatkan okupansi hotel di Jawa Timur (Jatim).
“Okupansi hotel di Jatim saat ini rata-rata 40 persen hingga 45 persen,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur Dwi Cahyono kepada Radar Surabaya, Senin (4/11).
Dwi menambahkan, padahal bulan September selama masa tahapan Pemilihan Pilkada serentak Serentak 2024 mencapai 80 persen.
Menurutnya, hotel kerap dipilih oleh peserta Pilkada 2024 sebagai ajang konsolidasi, rapat partai, hingga silaturahmi antar elemen pendukung pasangan calon.
“Namun kalau saat ini turun, kami juga sedang mempelajari. Yang pasti turunnya okupansi ini sejak pelantikan Presiden. Kemungkinan ada regulasi baru atau pengetatan, kami belum tahu,” katanya.
Menurutnya penurunan okupansi ini tidak hanya terjadi di kota besar tapi juga daerah-daerah luar Surabaya.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Jatim bulan September 2024 mencapai 56,42 persen atau turun sebesar 0,12 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
“TPK hotel bintang 2 sebesar 59,82 persen merupakan TPK tertinggi dibandingkan TPK hotel berbintang lainnya,” ujar Kepala BPS Jatim Zulkipli.
Menurutnya, TPK hotel klasifikasi non bintang di Jawa Timur bulan September 2024 mencapai 23,38 persen atau naik sebesar 0,26 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) asing pada hotel klasifikasi bintang selama bulan September 2024 tercatat sebesar 2,09 hari atau mengalami peningkatan sebesar 0,20 poin dibandingkan dengan bulan Agustus 2024.
“Untuk RLMT keseluruhan pada bulan September 2024 sebesar 1,52 hari atau terjadi penurunan sebesar 0,03 poin jika dibandingkan dengan keadaan Agustus 2024,” katanya.
Menurutnya, kota Surabaya memiliki nilai TPK hotal bintang dan non bintang bulan September 2024 tertinggi di Jawa Timur sebesar 59,96 poin.
“Sedangkan Kabupaten Ngawi menjadi daerah yang memiliki nilai TPK hotel bintang dan non bintang bulan September 2024 terendah di Jawa Timur, sebesar 11,43 poin,” pungkasnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari