SURABAYA – Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, pada Februari 2024 Jawa Timur (Jatim) mengalami inflasi year on year (yoy) sebesar 2,81 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,93.
“Pada Februari 2024, Jatim mengalami inflasi sebesar 0,49 persen month to month (m-to-m). Seluruh kabupaten/kota IHK di Provinsi Jatim mengalami inflasi,” ujar Kepala BPS Jatim Zulkipli, Jumat (1/3).
Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 4,62 persen dengan IHK sebesar 108,32. Sedangkan terendah terjadi di Jember sebesar 2,22 persen dengan IHK sebesar 105,70.
Zulkipli mengatakan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mempunyai andil yang paling tinggi terhadap inflasi Jatim pada Februari 2024 baik pada inflasi bulan ke bulan, tahun ke tahun, maupun tahun kalender.
Bahkan, inflasi (m-to-m) pada kelompok ini merupakan yang tertinggi dalam 13 bulan terakhir.
Penyumbang utama inflasi bulan Februari 2024 secara m-to-m adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,46 persen.
Komoditas penyumbang utama inflasi diantaranya beras, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai merah.
Sama halnya dengan m-to-m, penyumbang utama inflasi bulan Februari 2024 secara yoy dan year to date juga berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah beras. Beras memberikan andil inflasi (yoy) tertinggi sebesar 0,87 persen.
Pada Februari 2024, rata-rata harga beras mencapai Rp 14.920 per kg. Perkembangan harga beras dalam beberapa bulan terakhir cenderung terus mengalami kenaikan setiap bulannya.
“Inflasi komoditas beras terjadi di seluruh kabupaten/kota, baik secara m-to-m maupun yoy. Secara m-to-m, inflasi beras tertinggi terjadi di Kabupaten Gresik sebesar 9,98 persen sedangkan secara yoy tertinggi di Sumenep sebesar 30,36 persen,” terangnya.
Lebih lanjut Zulkipli mengatakan, daging ayam ras mempunyai andil terhadap inflasi (yoy) tertinggi setelah beras.
Jika dilihat rata-rata harga per bulannya maka terlihat bahwa harga komoditas daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, dan tomat pada Februari 2024 mengalami kenaikan, baik dibandingkan bulan sebelumnya maupun bulan yang sama di tahun sebelumnya.
“Secara umum, perubahan harga dari komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras ditahun 2024 cukup mengikuti tren perkembangan harga di tahun sebelumnya,” paparnya.
“Sedangkan perubahan harga komoditas cabai merah dan tomat memiliki nilai yang cukup tinggi,” imbuhnya.
Menurutnya cabai rawit dan bawang merah telah menahan inflasi (yoy) sebesar 0,17 persen.
Jika dilihat pergerakan rata-rata harga per bulannya maka terlihat bahwa harga cabai rawit dan bawang merah mengalami penurunan sejak awal tahun 2024.
Rata-rata harga cabai rawit dan bawang merah pada Februari 2024 tercatat lebih rendah jika dibandingkan bulan Januari 2024 dan Februari 2023.
“Secara umum, pergerakan harga di awal 2024 masih berada pada rentang rata-rata harga pada tahun 2022 dan 2023,” pungkasnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari