Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, mengatakan, Forum Kapnas terbukti sangat positif. Hal ini terlihat masuknya 64 perusahaan lokal dalam Program Penilaian & Pembinaan Bersama Hulu Migas Tahun 2021 dan 2022, yang diakui Kementerian ESDM dan KKKS sebagai pabrikan berstandar nasional dan internasional. Bahkan beberapa di antaranya telah mendapatkan kontrak kerjasama dari luar negeri.
Dia memberi contoh perusahaan galangan kapal PT Orela Shipyard di Gresik, yang sukses menerima pesanan kapal dari Petronas Indonesia dan perusahaan pelayaran Malaysia, NKA Energy Ventures Sdn Bhd. Selain itu, PT Citra Tubindo sebagai pabrikan OCTG di Batam, yang berhasil memasok produk ke industri migas berskala international.
Sementara PT Fajar Benua Indopack berhasil melakukan kerjasama dengan industri migas di Arab Saudi untuk memproduksi rotating produk gasket dan flexible joint. PT Teknologi Rekaya Katup sebagai pionir produsen katup (valve) lokal sukses mengeskpor produknya ke perusahaan EPC di Singapura.
Perusahaan ini juga sebagai pemasok di beberapa perusahaan migas luar negeri, seperti ADNOC dan Petronas.
“Bahkan ada yang sudah go public. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa industri hulu migas tidak hanya menyediakan energi dan menghasilkan penerimaan negara, juga menjalankan salah satu fungsi strategisnya, yaitu menciptakan multiplier effect bagi sektor lainnya,” ujar Dwi Soetjipto, Senin (22/5).
Tidak hanya itu, Forum Kapnas juga ikut memacu tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di industri hulu migas. Hal itu untuk memenuhi peraturan pemerintah dimana TKDN 57 persen. Namun industri hulu migas saat ini TKDN-nya mencapai 64,5 persen. Pihaknya optimis TKDN akan terus meningkat kedepan.
Sebab itu, Forum Kapnas perlu terus dilakukan. Dan tahun ini merupakan yang ketiga. Pelaksanaan Forum Kapnas di Surabaya yang berlansung mulai tanggal 22-24 Mei 2023 merupakan bagian awal dari rangkaian kegiatan Kapnas tahun ini.
Empat wilayah kerja SKK Migas lainnya yakni Papua dan Maluku (Pamalu), Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul), Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), dan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Dan puncaknya, Forum Kapasitas Nasional III 2023 yang akan diadakan pada 15-16 November 2023 di Jakarta.
“Sebelum ke nasional, masing-masing regioanl kita berikan fokus mengenal industri hulu migasnya. Supaya pelaku Kapnas saling mengenal dan lebih erat. Tentu, kami terus mendorong KKKS menggunakan produk dalam negerinya,” tambahnya.
Terkait produksi gas yang oversupply, dia mengaku akan melakukan kerjasama dengan pemerintah dearah sehingga over supply bisa dialirkan ke daerah lain yang masih kekurangan. Saat ini di Jatim dan Jateng, supply gas berlebih 25 persen. Sementara di Jabar masih kurang. Sehingga perlu disambung pipa gas dari Jateng ke Cirebon untuk menyalurkan gas.
Wa“Mungkin 2-3 tahun lagi selesai sehingga semua produksi gas ter absorb. Kami juga mendorong masuknya investasi baru di daerah yang supply gasnya banyak sehingga semua terpakai,” katanya.
Presiden Indonesian Petroleum Association Yuzaini Bin Md Yusof mengatakan, pelaksanaan Forum Kapnas berkontribusi besar dalam peningkatan pengadaan barang dan jasa industri hulu migas nasional, di mana TKDN naik melampaui target. Capaian ini yang terbaik dalam 5 tahun terakhir.
Sepanjang tahun 2022, nilai pengadaan barang dan jasa industri hulu migas nasional mencapai US$6,1 miliar, dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai US$3,7 miliar atau 64,75 persen. Capaian ini berada di atas target TKDN yang ditetapkan yakni 57 persen.
“Kami berharap Forum Kapnas juga bisa berkolaborasi dengan Forum Gas Expo untuk mencari solusi bersama atas beberapa isu energi nasional terkini. Kami yakin Forum Kapnas yang mempertemukan banyak pemangku kepentingan di sektor migas bisa menjadi bagian dari solusinya,” ungkap Yuzaini.
Sementara itu Wakil Gubernur Jatenga, Taj Yasin Maimoen menambahkan, industri hulu migas di daerah memiliki banyak dampak positif seperti meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan membuka lapangan kerja baru. Di Bidang infrasruktur, jalan dan jaringan telekomunikasi semakin baik. Selain itu, dampak sosialnya adalah meningkatkan fasilitas kesehatan dan pendidikan.
“Karena itu Pemprop Jawa Tengah berkomitmen untuk menciptakan kondisi sosial dan lingkungan yang kondusif, antara lain dengan mempermudah perizinan, membantu penyelesaian pembebasan lahan serta mendorong tumbuhnya SDM yang kompeten,” imbuhnya.
Erwin Suryadi, Vice President Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas sekaligus Ketua Forum Kapnas, mengatakan, nilai pengadaan barang dan jasa industri hulu migas nasional tahun 2022 merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Dia berharap, capaian tersebut bisa terus meningkat mendatang.
“SKK Migas berkepentingan mengembangkan industri hulu migas di Tanah Air untuk mendukung visi produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari di tahun 2030. Hal ini tidak sekadar memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun juga mempromosikan kemampuan industri lokal, termasuk kelompok usaha kecil dan menengah sebagai penunjang hulu migas,” pungkas Erwin. (fix) Editor : Administrator