Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ditemani Kunti dan Noni-Noni, Berpetualang di Dalam Rumah Sakit Hantu

Administrator • Rabu, 27 Desember 2017 | 05:43 WIB
Ditemani Kunti dan Noni-Noni, Berpetualang di Dalam Rumah Sakit Hantu
Ditemani Kunti dan Noni-Noni, Berpetualang di Dalam Rumah Sakit Hantu

SURABAYA– Lala dan beberapa kawannya lari ketakutan hingga terbirit-birit, rasa takut yang menyerang mereka ini bukan tanpa sebab. Sejumlah hantu dari dalam area The Hospital’s Panic Room seakan terus mengejar mereka, salah satunya yakni seorang dokter dengan wajah menyeramkan. Meskipun sudah berada didekat pintu keluar, dua tuyul, yang bersembunyi didekat pintu keluar, seakan tak rela, jika Lala dan kawan-kawannya ini keluar dengan selamat.


Ternyata ekspresi takut tidak hanya dialami oleh Lala saja, melainkan juga dialami oleh Natalia, Latifa, Hilda dan Melisa. Bahkan mereka berempat ini masih berada dipintu masuk sudah berteriak kencang, lantaran dua hantu kuntilanak sudah menunggunya.


”Langsung kaget saya, begitu masuk sudah ada hantu yang nunggu,” ujar Lala seusai menjelajahi Panic Room di Royal Plaza, Selasa (26/12). 


Meskipun nyali mereka sudah ciut sejak awal, nyatanya mereka masih tertantang untuk mengikuti tur The Hospital’s Panic Room. Memang untuk bisa menyelesaikan, tantangan hantu didalamnya tidak mudah. Bayangkan saja, ada 12 spot didalamnya yang harus mereka selesaikan. Ke-12 spot itu juga memiliki jenis hantu yang berbeda-beda, hanya saja ada raja dari segala jenis hantu yang berada didalamnya.


 ”Hantu yang paling menyeramkan adalah dokter. Dokter itu suka mengganggu pasiennya,” ujar koordinator panitia Gunadi Septiapitono.


Gunadi menambahkan, sebenarnya bukan hanya hantu dokter saja yang paling menyeramkan. Pasalnya masih ada sejumlah hantu yang masih belum dia dan panitia keluarkan. Hantu tersebut berbentuk noni-noni Belanda, 


”Rumah sakit ini kan kami terinspirasi dengan rumah sakit peninggalan Belanda. Maka dari itu, harus ada noni-noninya,” lanjut Gunadi. (fit/nur)


Editor : Administrator
#bisnis hiburan surabaya