RADAR SURABAYA — Inovasi konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menarik perhatian.
Tiga tim ITS meraih prestasi nasional pada Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), berkat rancangan bangunan dan jembatan tahan gempa yang berorientasi pada teknologi hijau dan efisiensi struktur.
Bangunan Tahan Gempa Berbasis Teknologi Beton dan Baja
Tim INDESTRUKTRA dari kategori KBGI Beton berhasil meraih juara III lewat karya Metronava Tower. Bangunan ini mengusung konsep struktur tahan gempa yang dipadukan dengan desain berkelanjutan.
“Material yang digunakan adalah Graphene-Enhanced Concrete, yang memiliki kinerja lebih kuat dan efisien,” ujar Kepala Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Fakultas Vokasi ITS, Tatas, Selasa (18/11).
Pada kategori Baja, Tim ASKARA menghadirkan Argawidya Tower dengan konsep Smart Green Economy (SGE) Seismic Building.
Konsep ini menitikberatkan pada pembangunan cepat, efisiensi material, kekokohan struktur, dan ketahanan gempa.
“Bangunan rancangan Tim ASKARA terintegrasi dengan konsep ekonomi hijau melalui teknologi Internet of Things (IoT),” jelas Tatas.
Inovasi Jembatan Lebih Ringan hingga 20 Persen
Tidak hanya bangunan gedung, ITS juga menampilkan inovasi jembatan berstruktur ringan.
Tim ITS merancang jembatan dengan lubang pada pelat gelagar serta ikatan angin yang mampu menurunkan berat struktur hingga 20 persen tanpa mengurangi kekuatan.
“Inovasi lain dilakukan dengan penggunaan pelat gusset berbentuk fillet yang juga menurunkan berat sambungan sekitar 20 persen,” tambahnya.
Dorongan Penerapan di Dunia Industri
Tatas berharap seluruh inovasi yang dikembangkan dapat diterapkan di industri konstruksi, terutama untuk memperkuat bangunan tahan gempa dan mendukung pembangunan ramah lingkungan.
“Ajang ini menjadi tempat penting untuk belajar, mengembangkan teknologi, dan memperkuat inovasi bersama,” ujarnya.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan