Sidak Pasar, Khofifah Minta Pasokan Beras SPHP dan MinyaKita di Jatim Diperkuat

RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memberi perhatian khusus terhadap ketersediaan beras medium Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta harga MinyaKita saat melakukan inspeksi langsung ke Pasar Klojen, Kota Malang, Jumat (29/5).
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah meminta penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Perum Bulog agar distribusi kedua komoditas strategis tersebut semakin merata dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Khofifah meninjau sejumlah lapak pedagang sembako, sayuran, daging ayam, hingga daging sapi. Ia juga berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli untuk mengetahui kondisi harga serta ketersediaan bahan pokok yang beredar di pasaran.
Baca Juga: Sebanyak 24.213 Siswa Jatim Tembus PTN, Dindik Sebut Surabaya dan Sidoarjo Cetak Lonjakan Tertinggi
Menurut Khofifah, pemantauan langsung di pasar tradisional menjadi langkah penting untuk memastikan stabilitas harga sekaligus menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
“Monitoring langsung seperti ini penting sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Ledakan Diduga Bom Perang Dunia II di Biak Numfor, 2 Orang Tewas dan 4 Hilang
Dalam peninjauan tersebut, Khofifah menemukan bahwa pasokan beras medium SPHP dan MinyaKita masih memerlukan perhatian khusus agar distribusinya lebih optimal. Karena itu, ia meminta adanya koordinasi yang lebih intensif antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, Pemerintah Kota Malang, dan Perum Bulog.
Menurutnya, meskipun mayoritas masyarakat perkotaan seperti Kota Malang saat ini cenderung mengonsumsi beras premium, keberadaan beras medium SPHP tetap harus tersedia sebagai alternatif pangan yang terjangkau bagi masyarakat.
“Bahwa sebagian besar masyarakat Kota Malang standarnya sudah beras premium, tapi beras medium harus kita siapkan. Karena kita punya stok beras medium SPHP di Jatim ini jumlahnya cukup tinggi,” kata Khofifah.
Ia menegaskan bahwa program distribusi beras SPHP dan MinyaKita merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok. Oleh karena itu, distribusinya harus mampu menjangkau seluruh kelompok masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
“Semua lini masyarakat harus bisa tersapa melalui distribusi sembako yang disiapkan, baik untuk beras medium SPHP maupun MinyaKita,” tegasnya.



