Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SITS Jadi Mata Kota, Pemkot Surabaya Percepat Transformasi Smart City

D
Penulis: Dimas Mahendra❯
TERPANTAU: SITS menjadi mata kota Surabaya. Pemkot terus melakukan pembenahan hingga tingkat kampung. (IST/RADAR SURABAYA)
TERPANTAU: SITS menjadi mata kota Surabaya. Pemkot terus melakukan pembenahan hingga tingkat kampung. (IST/RADAR SURABAYA)

Advertisement

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat transformasi digital melalui pengembangan Surabaya Intelligent Transport System (SITS) yang kini tak hanya berfungsi mengurai kemacetan, tetapi juga menjadi “mata kota” untuk memantau berbagai aktivitas perkotaan secara real time.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan, penguatan sistem digital dilakukan sebagai bagian dari upaya menjadikan Surabaya sebagai kota modern dengan pelayanan publik yang cepat, nyaman, dan terintegrasi.

“Kalau dulu Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan, hari ini Surabaya harus mampu menjadi smart city yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi warganya,” ujar Eri, Kamis (7/5).

Salah satu fondasi utama transformasi digital itu adalah penerapan SITS yang kini didukung lebih dari 1.000 titik CCTV di berbagai ruas jalan Kota Surabaya. Sistem tersebut memungkinkan pemantauan kondisi lalu lintas secara langsung sekaligus membantu percepatan penanganan kepadatan maupun insiden di jalan.

Tak hanya itu, pengembangan smart city juga diperkuat lewat integrasi transportasi publik yang mulai menunjukkan tren positif. Data Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mencatat pengguna transportasi umum meningkat signifikan dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2023, jumlah pengguna transportasi umum tercatat sekitar 1,9 juta penumpang. Angka tersebut naik menjadi 3,5 juta penumpang pada 2024 dan melonjak hingga 7 juta penumpang sepanjang 2025. Hingga Maret 2026 saja, jumlah pengguna sudah mencapai 1,8 juta orang.

Menurut Eri, peningkatan itu dipicu oleh integrasi layanan antara Suroboyo Bus dan feeder Wira-Wiri, pembayaran nontunai, hingga aplikasi digital “Gobis” yang memudahkan masyarakat memantau transportasi secara real time.

“Kalau ingin masyarakat mau beralih ke transportasi umum, maka transportasi itu harus nyaman terlebih dahulu,” katanya.

Selain transportasi, digitalisasi juga diterapkan dalam penataan kawasan kota. Salah satunya melalui revitalisasi kawasan Kota Lama yang kini dikembangkan dengan konsep heritage modern berbasis teknologi dan kenyamanan kawasan.

Pemkot Surabaya juga melakukan penataan utilitas dengan memindahkan kabel-kabel ke bawah tanah untuk menciptakan lanskap kota yang lebih rapi dan aman. Ke depan, kawasan Kota Lama akan terintegrasi dengan kawasan Pecinan dan Kampung Arab sebagai koridor wisata sejarah.

Advertisement

Artikel Terkait

Lomba Kampung Pancasila: RW 02 Bulak Banteng Surabaya, Dari Bank Sampah hingga Pojok Baca

Lomba Kampung Pancasila: RW 02 Bulak Banteng Surabaya, Dari Bank Sampah hingga Pojok Baca

Beragam program pemberdayaan masyarakat menjadi kekuatan RW 02, Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, dalam mengikuti Lomba Kampung Pancasila 2026.

Kronologi Lansia Ditemukan Meninggal usai Tercebur dan Tenggelam di Sungai Jagir Surabaya

Kronologi Lansia Ditemukan Meninggal usai Tercebur dan Tenggelam di Sungai Jagir Surabaya

Seorang lansia ditemukan meninggal dunia setelah tercebur dan tenggelam di sungai Jagir, Wonokromo Surabaya, Senin (26/10) siang.

Komisi A DPRD Surabaya Tengahi Konflik Batas Wilayah RW di Dukuh Menanggal

Komisi A DPRD Surabaya Tengahi Konflik Batas Wilayah RW di Dukuh Menanggal

Polemik batas wilayah antara RW 6 dan RW 8 di kawasan Bambe, Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, akhirnya memantik perhatian serius DPRD Surabaya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer