RADAR SURABAYA- Memasuki paruh kedua Ramadan, pembahasan tentang fadhilah tarawih kembali menjadi perhatian. Salah satu yang sering dirujuk adalah penjelasan dalam kitab Durrotun Nasihin mengenai keutamaan malam ke-15.
Dalam kitab tersebut disebutkan adanya doa khusus dari para malaikat bagi mereka yang menunaikan tarawih pada malam kelima belas.
وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةَ عَشَرَةَ تُصَلِّى عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ وَحَمَلَةُ الْعَرْشِ وَالْكُرْسِىِّ
Artinya: “Pada malam kelima belas, para malaikat, malaikat penyangga Arsy dan para malaikat penjaga Kursi akan memintakan ampunan untuknya.”
Fadhilah tersebut mengaitkan pelaksanaan tarawih dengan doa dari malaikat, termasuk yang disebut sebagai pembawa Arsy. Dalam tradisi keislaman, doa malaikat dipahami sebagai bentuk kemuliaan bagi hamba yang menjalankan ibadah.
Selain doa malaikat, literatur tersebut juga menyebut adanya ampunan yang diberikan kepada mereka yang melaksanakan tarawih dengan ikhlas. Penyebutan makhluk langit dan bumi yang turut memohonkan ampunan menggambarkan luasnya rahmat yang dilekatkan pada malam tersebut.
Sebagaimana pembahasan malam-malam sebelumnya, sejumlah ulama menilai tidak semua riwayat dalam Durrotun Nasihin memiliki dasar hadis dengan derajat kuat. Meski demikian, kitab ini tetap banyak digunakan sebagai referensi untuk menggambarkan keutamaan tarawih di setiap malam Ramadan.(fid/fir)
Editor : M Firman Syah