Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mengenal Santet, Ilmu Batin Aliran Kiri yang Masih Eksis

Mus Purmadani • Minggu, 13 April 2025 | 12:52 WIB

 

TURUN TEMURUN: Ilustrasi ilmu santet, santet merupakan ilmu batin atau spiritual aliran kiri.
TURUN TEMURUN: Ilustrasi ilmu santet, santet merupakan ilmu batin atau spiritual aliran kiri.

RADAR SURABAYA - Santet merupakan ilmu batin atau spiritual aliran kiri. Biasanya ilmu ini menggunakan bantuan perewangan seperti jin kafir, jin fasik, atau khodam kafir untuk menyakiti atau membunuh orang lain secara kasat mata.

Hal tersebut disampaikan Budayawan dan Pakar Metafisika KRT Eko Wahyudi Rekso Mulyo kepada Radar Surabaya.

Menurutnya, cara kerja santet itu mengubah material menjadi non material kemudian dijadikan material kembali pada target yang sudah ditentukan.

"Misal jarum, pecahan kaca, rambut dan lainnya (material, Red) dijadikan non material (tidak kasat mata) dikirimkan pada target. Ketika sampai pada target, non material atau energi tersebut akan berubah jadi materi kembali," katanya.

Pria yang lebih dikenal dengan sebutan Mas Eko tersebut menegaskan bahwa santet itu nyata, ada sejak sebelum Masehi.

"Bahkan Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad pun pernah disantet. Dalam asbabun nuzul (cerita turunnya) surat Al Falaq, dan An Nas," jelasnya.

Menurutnya, ilmu ini bisa dipelajari oleh siapa saja dengan konsekwensi berat. Karena ilmu ini bersekutu dengan iblis atau jin kafir.

"Saat ini masih ada orang-orang yang mempelajari ilmu ini tapi sembunyi-sembunyi. Tidak malah diiklankan. Kebanyakan yang santet yang diiklankan itu modus atau penipuan," jelasnya.

"Apalagi yang ada di Youtube kebanyakan trik. Sehingga membuat banyak orang yang ragu ilmu santet itu realita atau sekedar trik," imbuhnya.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, pemilik ilmu ini kebanyakan orang-orang pedalaman yang belum kenal teknologi dan memperoleh keilmuan turun temurun dari leluhurnya.

Atau orang yang sengaja berguru karena ingin membalaskan dendam atas sakit hatinya.

Masih eksisnya ilmu santet ini salah satunya bisa dikaitkan dengan pedagang alat perdukunan yang ada di Pasar Turi Surabaya. 

Dimana di sana terdapat pedagang alat perdukunan yang menjual berbagai macam peralatan perdukunan, seperti keris, berbagai jenis senjata pusaka, jimat, kemenyan, jenglot, minyak, dan lain-lain.

Ini membuktikan bahwa oknum dukun masih memanfaatkan alat-alat tersebut sebagai media untuk menyantet.

"Kalau muslim penangkalnya tiga surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An Nas dibaca tiga kali setelah salat fardhu, diniatkan untuk perlindungan diri," katanya.

Sedangkan untuk aliran Kejawen biasanya memagari diri dengan amalan-amalan karahayon atau keselamatan.

"Atau mengambil energi berkah yang diberikan Tuhan pada benda-benda tertentu. Misalnya meletakkan tapal kuda yang sudah dipakai dengan meletakkan di atas pintu utama. Atau menggunakan seuntai ketan hitam dengan rapal karahayon," pungkasnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Surabayapedia #perdukunan #YouTube #spiritual #santet #Ilmu batin #keris #jin #jenglot #turun temurun