RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan skema khusus untuk menjaga pelayanan publik tetap berjalan selama masa libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Mulai sepekan sebelum hingga sepekan setelah Lebaran, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot akan menerapkan kombinasi sistem piket dan Work From Anywhere (WFA).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, sistem kesiapsiagaan tersebut sebenarnya sudah menjadi tradisi birokrasi di Kota Pahlawan setiap menjelang Lebaran.
“Seperti biasa, di Pemkot Surabaya itu ada giliran piket sebelum dan setelah Lebaran. Ini kita jalankan agar pemerintahan tetap berjalan baik dan keamanan terjaga. Semua kepala OPD akan terlibat dalam jadwal ini," ujar Cak Eri, Kamis (12/3).
Ia menjelaskan, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) akan mendapat jadwal piket secara bergiliran. Tujuannya agar koordinasi pemerintahan tetap berjalan dan situasi kota tetap terpantau selama masa libur Lebaran.
Selain sistem piket, Pemkot Surabaya juga menerapkan kebijakan kerja fleksibel atau WFA bagi sebagian pegawai. Meski bekerja dari lokasi yang berbeda, para pegawai tetap diwajibkan berada dalam kondisi siaga.
“Nanti kita data siapa yang WFA dan siapa yang piket. Yang pasti, sistemnya harus on call. Sehingga koordinasi tidak putus," tambahnya.
Cak Eri menegaskan, fleksibilitas kerja tersebut tidak berlaku untuk seluruh sektor pelayanan publik. Beberapa dinas yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat tetap harus siaga penuh selama 24 jam.
Di antaranya, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Ketiga dinas tersebut akan menjalankan sistem rotasi petugas agar pelayanan tetap berjalan sekaligus memberi kesempatan petugas merayakan Lebaran bersama keluarga.
“Pelayanan di sana tidak boleh berhenti. Kita akan lakukan rotasi personel agar petugas tetap bisa menjalankan tugas sekaligus merayakan Lebaran secara bergantian," pungkasnya. (dim)
Editor : Lambertus Hurek