Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sebut Operasi Balap Liar Hari Cair, TikToker Sidoarjo Dijemput Polisi

Muhammad Firman Syah • Rabu, 25 Februari 2026 | 09:04 WIB

M. Faisal Ali Saputra warga Desa Durungbanjar Kecamatan Candi Sidoarjo berurusan dengan kepolisian usai video bernada sindirannya viral di jagat media sosial.
M. Faisal Ali Saputra warga Desa Durungbanjar Kecamatan Candi Sidoarjo berurusan dengan kepolisian usai video bernada sindirannya viral di jagat media sosial.

Sidoarjo - Seorang pemuda asal Desa Durungbanjar, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Faisal Ali Saputra, dijemput aparat Satlantas Polresta Sidoarjo setelah mengunggah konten bernada sindiran terhadap jajaran kepolisian di akun TikTok pribadinya.

Konten tersebut viral di media sosial lantaran menyebut operasi gabungan penertiban balap liar yang digelar Polresta Sidoarjo sebagai “hari cair bagi korps coklat dan hari sedih bagi para pemuda seluruh Kabupaten Sidoarjo”. Pernyataan itu sontak memicu reaksi keras dari warganet.

Sejumlah pengguna media sosial mengecam unggahan Faisal. Ia dinilai menyindir upaya aparat dalam menertibkan aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat, khususnya di kawasan Jalan Arteri Porong. Operasi gabungan tersebut sebelumnya digelar untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan gangguan ketertiban umum.

Tak lama setelah kontennya ramai diperbincangkan, Faisal dijemput aparat Satlantas Polresta Sidoarjo di kediamannya untuk dimintai klarifikasi. Dalam video yang beredar dan diduga direkam di Pos Polisi Polresta Sidoarjo, Faisal menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Dalam klarifikasinya, ia mengaku menyesal atas ucapannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa. Ia juga menyampaikan bahwa konten tersebut dibuat tanpa bermaksud menyinggung institusi kepolisian maupun pihak mana pun.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi terkait langkah hukum lanjutan atas peristiwa tersebut. Namun, kasus ini menjadi pengingat bahwa ruang digital tetap memiliki konsekuensi hukum dan etika, terutama ketika menyangkut institusi publik dan isu sensitif di tengah masyarakat.

Editor : M Firman Syah
#viral #polisi #tiktok #sidoarjo