Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Disamakan, Ini Perbedaan Matcha dan Green Tea

M Firman Syah
Penulis: M Firman Syah❯
Matcha dan green tea: Punya perbedaan pada proses, rasa, hingga kandungan nutrisi.
Matcha dan green tea: Punya perbedaan pada proses, rasa, hingga kandungan nutrisi.

Advertisement

Radar Surabaya — Matcha dan Green Tea kerap dianggap sebagai minuman yang sama oleh banyak orang. Padahal, keduanya memiliki perbedaan cukup mencolok mulai dari proses pengolahan hingga kandungan nutrisinya. Meski berasal dari tanaman teh yang sama, hasil akhirnya ternyata berbeda.

Green tea diolah dari daun teh yang dipanen dalam kondisi terbuka tanpa perlakuan khusus. Setelah dipetik, daun akan dikukus, digulung, lalu dikeringkan sebelum diseduh menjadi minuman. Saat dikonsumsi, hanya air seduhannya yang diminum sementara ampas daun teh dibuang.

Advertisement

Berbeda dengan green tea, matcha berasal dari daun teh pilihan berkualitas tinggi. Tanaman teh biasanya ditutup beberapa minggu sebelum panen untuk meningkatkan kadar klorofil dan asam amino. Proses tersebut membuat warna daun menjadi lebih hijau dan rasa lebih khas.

Setelah dipanen, daun matcha akan diolah dan digiling hingga menjadi bubuk sangat halus. Bubuk tersebut kemudian diseduh dan dikonsumsi langsung tanpa disaring. Karena seluruh daun ikut diminum, kandungan nutrisi matcha dinilai lebih tinggi.

Advertisement

Perbedaan proses pengolahan turut memengaruhi rasa dan tampilan kedua minuman ini. Green tea memiliki rasa lebih ringan dengan warna kuning kehijauan yang lembut. Sementara matcha cenderung lebih pekat dengan cita rasa umami yang kuat dan warna hijau terang.

Dari sisi nutrisi, matcha dikenal kaya antioksidan dan memiliki kandungan kafein yang lebih stabil. Kandungan tersebut dipercaya membantu meningkatkan fokus serta menjaga energi tubuh lebih lama. Meski demikian, green tea tetap memiliki manfaat kesehatan yang baik untuk jantung dan metabolisme tubuh. (naa/fir)

Advertisement

Artikel Terkait

Makan Terlalu Banyak Malah Bikin Ngantuk Kok Bisa

Makan Terlalu Banyak Malah Bikin Ngantuk Kok Bisa

Sering mengantuk setelah makan dalam jumlah banyak? Porsi makanan, jenis menu, waktu makan, hingga kurang tidur dapat memengaruhi munculnya rasa lelah dan kantuk setelah makan. Simak penyebab dan cara sederhana untuk men

Sukun Berpotensi Menjadi Pangan Masa Depan Kaya Nutrisi dan Ramah Lingkungan

Sukun Berpotensi Menjadi Pangan Masa Depan Kaya Nutrisi dan Ramah Lingkungan

Sukun berpotensi menjadi pangan masa depan karena kaya serat, vitamin, dan mineral serta mudah dibudidayakan. Selain mendukung kesehatan, buah lokal ini dinilai mampu memperkuat diversifikasi dan ketahanan pangan nasiona

Jangan Asal Pilih Kenali Ciri Durian Berkualitas Sebelum Membeli

Jangan Asal Pilih Kenali Ciri Durian Berkualitas Sebelum Membeli

Memilih durian berkualitas tidak cukup hanya melihat ukuran buah. Kondisi tangkai, kulit, bentuk, aroma, bunyi saat diketuk, hingga tekstur daging menjadi indikator penting untuk memastikan durian segar, matang, dan siap

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer