Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Imigrasi Surabaya Jadi Percontohan Layanan Biometrik Paspor Dinas, Integrasi Data Kini Lebih Mudah

Vega Dwi Arista • Jumat, 20 Februari 2026 | 15:07 WIB

INOVATIF: Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus TPI Surabaya resmi ditunjuk sebagai lokasi percontohan (pilot project) layanan pengambilan data biometrik paspor dinas.
INOVATIF: Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus TPI Surabaya resmi ditunjuk sebagai lokasi percontohan (pilot project) layanan pengambilan data biometrik paspor dinas.

RADAR SURABAYA - Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus TPI Surabaya resmi ditunjuk sebagai lokasi percontohan (pilot project) layanan pengambilan data biometrik paspor dinas. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan Direktorat Konsuler Kementerian Luar Negeri.

Langkah strategis ini diambil untuk mengintegrasikan data pemegang paspor dinas ke dalam Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM), sekaligus memperluas akses layanan bagi aparatur negara di daerah. Selama ini, sejumlah pemegang paspor dinas menghadapi kendala teknis, seperti data biometrik yang belum terekam dalam sistem hingga hambatan saat menggunakan gerbang otomatis (autogate) di bandara internasional.

Baca Juga: Masuk Ramadan 1447 H, Imigrasi Pangkas Jam Kerja, Layanan Publik Dipastikan Tetap Prima

Dengan adanya sinkronisasi sistem ini, pejabat negara kini dapat melakukan perekaman biometrik di kantor imigrasi terdekat tanpa harus datang ke Jakarta.

Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Ditjen Imigrasi, Eko Budianto, menyebut inovasi tersebut sebagai solusi atas berbagai isu strategis dalam pengelolaan dokumen perjalanan dinas.

Baca Juga: ICE Pastikan Tak Ada Operasi Imigrasi di Super Bowl, Penampilan Bad Bunny Tetap Jadi Sorotan

“Melalui penguatan regulasi dan interoperabilitas sistem, pengambilan data biometrik paspor dinas kini dapat dilakukan di kantor imigrasi di seluruh wilayah Indonesia untuk memastikan seluruh pemegang paspor terekam dalam sistem kami,” ujarnya.

Transformasi menuju paspor dinas elektronik juga dinilai penting dalam mendukung tugas diplomatik. Hal itu disampaikan Direktur Konsuler Kementerian Luar Negeri, Akio Tamala.

Baca Juga: Kakanwil Ditjen Imigrasi Jawa Timur: Tren e-Paspor Meningkat di Jatim, Permohonan Paspor Elektronik Melonjak Tajam

“Transformasi menuju paspor elektronik menjadi kebutuhan teknis sekaligus instrumen diplomasi untuk memperluas kemudahan mobilitas para pejabat negara yang mewakili Pemerintah Indonesia,” katanya.

Akio menjelaskan, sejumlah negara hanya memberikan fasilitas bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas elektronik Indonesia.

“Denmark dan Swedia hanya memberikan fasilitas bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas elektronik Indonesia. Negosiasi dengan Spanyol dan Jerman juga hanya mencakup paspor elektronik,” jelasnya.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, terdapat sekitar 24.000 permohonan paspor dinas setiap tahun, dengan lebih dari 1.200 permohonan berasal dari daerah. Paspor elektronik menjadi syarat penting untuk memperoleh fasilitas bebas visa dari sejumlah negara mitra.

Dalam pelaksanaan pilot project di Surabaya, perekaman biometrik dilakukan secara simbolis kepada empat Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL). Secara bersamaan, layanan juga diberikan kepada 90 taruna AAL lainnya sebagai bagian dari evaluasi kesiapan teknis dan koordinasi antarinstansi.

Program ini merupakan pengembangan dari uji coba awal yang sebelumnya dilaksanakan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta pada November tahun lalu. Ke depan, layanan pengambilan biometrik paspor dinas akan diperluas secara bertahap ke 151 kantor imigrasi di seluruh Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, menegaskan penunjukan Kanim Surabaya sebagai pilot project menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

“Ditunjuknya Kanim Surabaya sebagai lokasi pilot project menjadi kehormatan sekaligus tantangan bagi kami untuk memastikan layanan berjalan optimal dan dapat menjadi model penerapan di satuan kerja lainnya,” pungkasnya. (vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#biometrik #imigrasi #paspor #layanan #Data