RADAR SURABAYA - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Lampung melanjutkan operasi pencarian hari kedua terhadap 8 Anak Buah Kapal (ABK) KM Maulana 30 yang hilang pascakebakaran kapal di Perairan Selatan Belimbing, Kabupaten Tanggamus.
Berdasarkan data Basarnas, sebagian besar ABK yang hilang berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah.
Kepala Kantor SAR Lampung, Deden Ridwansah, menegaskan pihaknya terus berupaya maksimal dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh personel di lapangan.
“Hasil pencarian hari ke-2 sampai sore ini masih nihil dan sempat dihentikan karena cuaca kurang mendukung, angin kencang 20 knots dan tinggi gelombang 2,5–3 meter. Meskipun cuaca menjadi kendala, seluruh unsur SAR tetap siaga dan pencarian akan dilanjutkan sesuai rencana,” ujar Deden, Minggu (21/12).
Sebelum operasi dimulai, tim SAR gabungan melakukan briefing dan koordinasi lintas sektor.
Pencarian dilakukan berdasarkan Rencana Operasi SAR H2 serta perhitungan SAR Map Prediction untuk menentukan arah dan luas area pencarian.
Pada hari kedua, area pencarian mencapai radius 26,26 Nm atau sekitar 42,2 km. Area dibagi menjadi dua sektor, yakni SRU 1 menggunakan KN SAR 224 Basudewa dan SRU 2 menggunakan KM Maulana VII, dengan pola pencarian laut terstruktur.
Selain penyisiran laut, tim juga melakukan pencarian di wilayah pesisir Tambling dan perairan sekitar lokasi kejadian menggunakan kapal hiu fiber milik Tambling Wildlife Nature Conservation.
Operasi sempat dihentikan sementara akibat cuaca buruk, namun dilanjutkan kembali setelah kondisi memungkinkan. Hingga sore hari, hasil pencarian belum menemukan korban hilang.
“Kami berharap doa restu dari seluruh masyarakat agar kami dapat segera menemukan 8 ABK dan mengevakuasi dalam keadaan selamat,” tambah Deden.
Cuaca buruk menjadi kendala utama, namun tim SAR gabungan tetap siaga dan akan melanjutkan pencarian pada hari ketiga sesuai rencana operasi.
“Keselamatan personel tetap kami utamakan, namun pencarian tidak akan berhenti hingga korban ditemukan,” pungkas Deden.
Operasi SAR melibatkan Basarnas, Polairud Mabes Polri, Polairud Polda Lampung, TNI AL, serta unsur masyarakat dan relawan setempat. (trn/nur)
Editor : Nurista Purnamasari