RADAR SURABAYA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah menerima tawaran pekerjaan di luar negeri. Ia meminta calon pekerja memastikan prosedur dan informasi yang diterima benar-benar valid.
“Kepada semua yang mau bekerja di luar negeri, siapkan diri dengan baik. Jangan terjebak iming-iming yang salah atau pilihan yang menjebak,” ujar Muhaimin di Bandung, Selasa (1/12).
Muhaimin menyoroti sejumlah tawaran kerja yang mengarah ke negara-negara dengan risiko tinggi, termasuk lowongan ilegal yang kerap beredar melalui media sosial. Karena itu, ia meminta masyarakat mengandalkan kanal informasi resmi.
“Gunakan semua channel informasi, terutama yang formal, baik swasta maupun Kementerian P2MI,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan bahwa prioritas pemerintah adalah memperkuat perlindungan pekerja migran, bukan sekadar meningkatkan angka penempatan. Ia menyebut 80 persen persoalan terjadi di tahap rekrutmen.
Menurut Mukhtarudin, BP3MI harus menjadi garda terdepan memastikan proses pendaftaran, seleksi, hingga penempatan berjalan transparan. Ia menekankan tidak boleh ada praktik kolusi dalam meloloskan calon pekerja yang tidak memenuhi syarat.
“Arahan Presiden Prabowo Subianto meminta pelindungan dilakukan menyeluruh, dari pra-penempatan, masa bekerja, hingga purna penempatan,” ujarnya. (ata)
Editor : Lambertus Hurek